Skandal Parkir Karimun Memanas, Sopir Taksi Jadi Korban, Tuding Dishub Tutupi Monopoli

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Isu panas dugaan monopoli parkir di Kabupaten Karimun kini tak lagi sekadar rumor, melainkan medan pertempuran yang melibatkan sopir taksi, dua perusahaan raksasa parkir dan Pemkab Karimun, yakni PT MSM Tiga Matra Satria, dan kompetitor pendatang barunya, PT Malik Parking Kepri (MPK), yang disebut-sebut telah menguasai seluruh titik parkir.(Foto: Izar)

Isu panas dugaan monopoli parkir di Kabupaten Karimun kini tak lagi sekadar rumor, melainkan medan pertempuran yang melibatkan sopir taksi, dua perusahaan raksasa parkir dan Pemkab Karimun, yakni PT MSM Tiga Matra Satria, dan kompetitor pendatang barunya, PT Malik Parking Kepri (MPK), yang disebut-sebut telah menguasai seluruh titik parkir.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Isu panas dugaan monopoli parkir di Kabupaten Karimun kini tak lagi sekadar rumor, melainkan medan pertempuran yang melibatkan sopir taksi, dua perusahaan raksasa parkir dan Pemkab Karimun.

Publik dibuat geger dan Plt Kadishub Karimun, Tohap, kini berada di bawah sorotan tajam.

Ketegangan bermula dari kabar “penggusuran” senyap PT MSM Tiga Matra Satria, oleh kompetitor, pendatang barunya, PT Malik Parking Kepri (MPK), yang disebut-sebut telah menguasai seluruh titik parkir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Isu itu tidaklah benar, ini harus diluruskan segera. PT MPK hanya mengelola lahan parkir di Pelabuhan Domestik saja,” tegas Tohap seolah membantah adanya skandal di balik layar, Kamis, 27 November 20125.

BACA JUGA:  APBD Karimun 2026 Dijejali Utang RP 135 Miliar, Bupati Iskandarsyah Prioritaskan Infrastruktur

“Titik parkir lainnya di seluruh wilayah kota tetap akan dikelola oleh PT MSM,” tambah Tohap mencoba meredam api.

Namun, pengakuan Tohap tak serta merta meredakan amarah. Kenyataannya, kehadiran PT MPK di Pelabuhan Domestik Karimun menjadi salah satu ‘lahan basah’ dan utama langsung memicu gejolak sosial yang tak terhindarkan.

Jeritan pilu sopir taksi tarif mencekik leher, menolak keras kebijakan tarif baru PT MPK senilai Rp 360 ribu per bulan.

Kontroversi meledak di tengah para sopir yang tergabung dalam Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga Tanjungbalai Karimun.

“Angka fantastis ini, yang hampir setara dengan membayar pajak mobil, dinilai mencekik leher dan menghancurkan operasional taksi yang tengah berjuang di tengah ekonomi sulit,” ujar salah seorang sopir taksi, Feri.

BACA JUGA:  Karimun Darurat Narkoba, 558 Gram Sabu Dimusnahkan, 2.600 Nyawa Berhasil Diselamatkan

Menurutnya, ini bukan lagi biaya parkir, tapi biaya sewa lahan Rp 360 ribu itu kejam.

“Kami harus cari uang makan untuk keluarga, bukan untuk memperkaya pengelola parkir baru,” teriak Feri.

Ia mengkritik pihak pengelola dan juga Dishub Kabupaten Karimun, ini “Miskomunikasi atau Monopoli”.

“Apakah perpindahan pengelolaan Pelabuhan Domestik benar-benar hanya urusan teknis, ataukah ini adalah langkah awal upaya tersembunyi PT MPK untuk menguasai seluruh laba parkir di Karimun,” ujarnya heran.

Ia berujar, di tengah janji Kadishub Tohap untuk menjaga Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengapa rakyat kecil, yakni para sopir taksi, yang harus menanggung beban tarif yang gila-gilaan tersebut.

BACA JUGA:  PT Timah Kirim Pasukan Khusus "ERes-Grup" Terjun ke Sumut untuk Misi Kemanusiaan Mendesak

“Kami meminta agar Bupati memihak rakyat, ataukah izin tarif mencekik leher ini akan terus dipertahankan demi kepentingan raksasa parkir,” ujarnya kesal.

Kegeraman para sopir ini telah sampai langsung ke telinga Bupati Karimun, Iskandarsyah dan memaksa orang nomor satu di Pemkab Karimun itu turun tangan dalam konfrontasi yang semakin meruncing.

Menghadapi duel sengit antara PT MPK vs PT MSM dan jeritan rakyat kecil, Bupati Iskandarsyah berjanji akan segera menyelesaikan kisruh ini.

“Intinya ya kita saling menjaga saja dan persoalan ini akan saya bahas kembali dengan Dinas Perhubungan Karimun serta pihak pengelola parkir,” ujar Bupati, mengisyaratkan adanya negosiasi ulang darurat.(Izar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru