APBD Karimun 2026 Dijejali Utang RP 135 Miliar, Bupati Iskandarsyah Prioritaskan Infrastruktur

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Karimun menghadapi dilema fiskal yang genting. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 diproyeksikan berada di bawah bayang-bayang utang yang mencapai angka fantastis, Rp 135 miliar. Beban utang ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H. Iskandarsyah.(Foto: Istimewa)

Kabupaten Karimun menghadapi dilema fiskal yang genting. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 diproyeksikan berada di bawah bayang-bayang utang yang mencapai angka fantastis, Rp 135 miliar. Beban utang ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H. Iskandarsyah.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Keputusan berani telah diambil oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Di tengah total rancangan belanja sebesar Rp 1,3 triliun, Bupati secara mengejutkan memasukkan pinjaman daerah senilai Rp 135 miliar.

Pembahasan tersebut disampaikan usai Rapat Paripurna KUA-PPAS APBD 2026 pada Senin, 24 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nominal utang yang mencapai lebih dari 10 persen dari total belanja ini langsung memicu pertanyaan besar.

Mengapa harus berutang sebegitu besar untuk APBD yang sudah mencapai angka Rp 1,3 triliun.

Jurus pinjaman, taktik last minute atau beban generasi mendatang

BACA JUGA:  Rapor Merah BUMD Karimun, DPRD Desak Perbaikan di 2026

Bupati Iskandarsyah menjelaskan bahwa, dana pinjaman Rp 135 miliar tersebut didapatkan dari selisih pembiayaan, di luar Pendapatan (PAD) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 35 miliar.

“Pinjaman daerah senilai Rp 135 miliar tersebut akan difokuskan untuk kegiatan fisik pembangunan (infrastruktur), sarana dan prasarana,” terang Iskandarsyah.

Bupati membeberkan, prioritas proyek yang akan dibiayai dengan uang utang Rp 135 miliar tersebut, yang diklaim akan mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya percepatan pembangunan akses jalan di pulau-pulau terpencil, jalan Coastal Area proyek akses untuk menembus hingga ke Bandara RHA.

BACA JUGA:  Bandara Perintis RHA Nekat Tantang Jakarta, Terganjal Fakta Pahit 1.700 Meter

“Revitalisasi RSUD Tanjungbatu dan Puskesmas hingga pembangunan Gedung-gedung perkantoran,” beber Bupati.

Iskandarsyah berdalih bahwa langkah ini sudah diperhitungkan secara matang-matang.

“Yang jelas, sebelum melakukan pinjaman, kita sudah menghitung kemampuan kita untuk membayar dan ini juga demi mendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Tantangan dari DPRD: Jangan sampai mangkrak

Ketua DPRD Karimun, Raja Rafiza, memberikan teguran dan peringatan keras. Meskipun Banggar dan TPAD telah menyepakati angka belanja, ia menekankan agar anggaran sebesar Rp 1,3 Triliun tersebut harus direalisasikan sepenuhnya.

“Kami minta, jangan sampai tidak terealisasi angka tersebut,” tegas Rafiza, yang menyiratkan tantangan besar bagi eksekutif untuk menepati janji pembangunan dengan dana utangan yang berisiko tinggi.

BACA JUGA:  Tak Hanya Bergantung Beras, Masyarakat Karimun Didorong Olah Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Keputusan Bupati Iskandarsyah untuk ngebut pembangunan dengan jurus utang Rp 135 miliar tersebut kata Rafiza jangan sampai mangkrak dan menjadi beban.

“Apakah kedepannya Kabupaten Karimun akan melaju pesat atau justru terseret beban utang yang memberatkan,” pungkasnya.

Sebab ia menilai, jika proyek-proyek ini gagal mendongkrak ekonomi, maka beban utang ini akan jatuh ke pundak masyarakat Karimun di tahun-tahun mendatang.

“Jika proyek ini gagal mendongkrak perekonomian, maka beban utang akan dibebankan kepada masyarakat Bumi Berazam selama bertahun-tahun,” tandasnya.(Izar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru