KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Kehadiran PT Timah (Persero) Tbk di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, tidak hanya melalui dukungan pembangunan infrastruktur, tetapi juga diwujudkan lewat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyasar sektor ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, hingga pelestarian lingkungan.
Program-program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan, berbagai program yang dijalankan PT Timah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mendukung pembangunan desa maupun membuka peluang ekonomi baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di bidang keagamaan, PT Timah turut mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Desa Sawang Laut yang diikuti 64 peserta,” ujar Jefrizal, Jumat (24/7/2026).
“Sementara di bidang budaya, perusahaan membantu pembangunan Gerbang Tanjak atau Simpang Tanjak yang kini menjadi ikon baru desa sekaligus simbol identitas budaya Melayu dan daya tarik bagi pengunjung,” tambah Jefrizal.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, PT Timah masih kata Jefrizal, mengembangkan Program Berlian Kundur, yang merupakan pengembangan dari Program BERLIAN.
“Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti budidaya ikan kakap putih, pembibitan mangrove, pertanian hidroponik, pengembangan UMKM terasi, sekolah sadar iklim, budidaya ayam pedaging, hingga pengelolaan bank sampah,” terang Jefrizal.
Ia mengungkapkan, program tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat, di antaranya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu, kelompok UMKM terasi, kelompok hidroponik, kelompok peternak unggas.
“Serta kelompok pengelola bank sampah,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran, mengungkapkan, kelompoknya mulai merintis budidaya ikan kakap putih pada 2022 dan mendapatkan pendampingan serta dukungan dari PT Timah sejak 2023.
“Bantuan berupa pelatihan, penyediaan benih, pakan, hingga pengembangan sarana budidaya menjadi faktor penting yang membantu kelompok tetap bertahan meski menghadapi berbagai tantangan, seperti tingginya harga pakan, kondisi cuaca, dan keterbatasan pengalaman,” sebut Amran.
Ia berujar, selain meningkatkan keterampilan masyarakat, program budidaya kakap putih juga memberikan alternatif sumber pendapatan bagi para nelayan.
“Kini, anggota kelompok tidak hanya mengandalkan hasil melaut, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari kegiatan budidaya,” katanya.
Amran menilai, manfaat program tidak hanya dirasakan kelompoknya, tetapi juga berbagai kelompok masyarakat lain yang bergerak di bidang UMKM, pertanian hidroponik, peternakan, pengelolaan sampah, dan pelestarian lingkungan.
“Ke depan, masyarakat berharap program pemberdayaan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sektor, seperti pertanian, kelompok wanita tani, pendidikan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal lainnya,” imbuhnya.
Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di Desa Sawang Laut,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar