PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghidupkan kembali pesisir Karimun tak melulu soal menanam mangrove. Bergerak lebih jauh, PT Timah (Persero) Tbk secara konsisten melakukan restocking kepiting bakau demi mengembalikan keseimbangan satwa penjaga ekosistem di Kepulauan Riau.(Foto: Istimewa)

Menghidupkan kembali pesisir Karimun tak melulu soal menanam mangrove. Bergerak lebih jauh, PT Timah (Persero) Tbk secara konsisten melakukan restocking kepiting bakau demi mengembalikan keseimbangan satwa penjaga ekosistem di Kepulauan Riau.(Foto: Istimewa)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Menjaga kelestarian ekosistem pesisir tidak hanya dilakukan dengan menanam mangrove, tetapi juga melalui upaya mengembalikan populasi satwa yang berperan penting di alam.

Salah satu langkah tersebut adalah restocking kepiting bakau, yang secara konsisten dilakukan oleh PT Timah (Persero) Tbk di wilayah pesisir Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Department Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, menjelaskan, selama periode 2017 hingga 2025, PT Timah telah melepasliarkan 5.600 ekor kepiting bakau ke sejumlah kawasan pesisir yang memiliki habitat mangrove.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini merupakan bagian dari kegiatan reklamasi laut dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang bertujuan memulihkan keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan,” terang Anggi, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA:  PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Kepiting bakau sendiri kata Anggi merupakan salah satu biota yang memiliki peran penting dalam ekosistem mangrove.

“Hewan ini membantu menjaga keseimbangan rantai makanan, mempercepat proses daur ulang bahan organik, serta menjadi indikator bahwa kondisi lingkungan pesisir masih sehat,” katanya.

“Selain manfaat ekologis, kepiting bakau juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Populasi yang terjaga dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan sehingga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir,” tambah Anggi.

Ia berujar, melalui program restocking, kepiting-kepiting yang dilepas ke habitat alaminya diharapkan dapat berkembang biak sehingga populasinya terus meningkat secara alami.

BACA JUGA:  PT Timah Restocking 1.000 Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur, Dukung Ekosistem Pesisir

“Reklamasi laut yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada pemulihan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, restocking kepiting bakau merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan baik oleh lingkungan maupun masyarakat,” pungkasnya.

Selain restocking kepiting bakau di Karimun, masih kata Anggi, PT Timah juga melaksanakan berbagai program rehabilitasi ekosistem laut lainnya, seperti penanaman mangrove dan pembangunan artificial reef (terumbu karang buatan).

BACA JUGA:  Penyegaran Organisasi, Sejumlah Kursi PJU Polres Karimun Resmi Berganti Pucuk Pimpinan

“Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan laut, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan produktivitas perairan,” ucap Anggi.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perusahaan juga menjalankan program restocking cumi-cumi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Ia menyebut, melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Timah menunjukkan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Upaya menjaga kesehatan ekosistem pesisir tidak hanya bermanfaat bagi alam saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan generasi mendatang,” tandasnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir
PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah
460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia
Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum
Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam
Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah
Dorong Ekonomi, Pemkab Karimun Usul Suntik Modal Rp12,5 Miliar ke BPR Tuah
Bupati Karimun Usulkan Perda Perumda BBJ Diubah, 3 Sektor Usaha Baru Disiapkan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WIB

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir

Jumat, 25 September 2026 - 18:39 WIB

PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 15:48 WIB

Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam

Berita Terbaru