PBB Karimun Kritik Pemkab, Harga Sembako Melonjak, Kebijakan Nyata Tak Kunjung Terlihat

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun mengkritik lambannya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dalam menangani kenaikan harga sembako yang semakin memberatkan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(Foto: Izar)

Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun mengkritik lambannya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dalam menangani kenaikan harga sembako yang semakin memberatkan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun mengkritik lambannya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dalam menangani kenaikan harga sembako yang semakin memberatkan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Wakil Ketua PBB Karimun, Maszan P. Sianturi, menilai bahwa Pemkab belum menunjukkan langkah konkret untuk menahan lonjakan harga yang sudah terjadi sejak awal Desember.

“Sejumlah kebutuhan pokok sudah naik. Kondisi ini jelas menambah beban masyarakat yang akan merayakan Nataru,” ujar Maszan, Minggu (7/12/25).

Menurutnya, setidaknya ada tiga faktor yang memicu kenaikan harga, yakni cuaca ekstrem, pasokan yang terganggu, serta penurunan produksi dari daerah pemasok seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang baru-baru ini terdampak bencana alam.

“Selama ini pasokan sembako kita banyak bergantung dari Sumatera. Dengan distribusi yang terhenti karena bencana, seharusnya Pemkab segera ambil langkah cepat, bukan hanya menunggu keadaan membaik,” tegasnya.

Maszan menilai pemerintah daerah perlu melakukan intervensi nyata untuk memastikan kelancaran suplai, termasuk membuka alternatif pendistribusian dari daerah lain.

BACA JUGA:  Fraksi Gerindra Plus Desak BPR Tuah Karimun Buka-bukaan Soal Kinerja

“Kita tahu barang-barang dari Sumatera terhambat. Maka harus ada solusi, misalnya kelonggaran distribusi dari daerah berbeda agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Ia juga mendorong Pemkab mempermudah masuknya pasokan dari Batam, seperti cabai, bawang, sayuran, wortel dan beras untuk menutup kekosongan stock akibat terhentinya aliran barang dari Sumatera.

“Jika tidak cepat diselesaikan, daya beli masyarakat bisa semakin terpuruk dan pelaku usaha kecil akan ikut terdampak di awal tahun mendatang,” tutup Maszan.

BACA JUGA:  Isu Penimbunan BBM Jelang Lebaran, Antrean Panjang di SPBU Karimun Bikin Masyarakat Resah

Penulis: Izar

Editor:  Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru