KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karimun mendadak viral.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah SPBU Poros. Dari pantauan di lapangan, deretan mobil dan motor tampak mengular hingga malam hari untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga di tengah isu penimbunan BBM yang mulai beredar di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pengendara mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir pasokan akan terganggu menjelang Lebaran.
Salah seorang pengendara mobil, Andi, mengatakan, dirinya ikut mengantre lantaran khawatir harga minyak dunia naik akibat isu konflik internasional.
“Karena ada isu perang di Iran, kami takut pasokan minyak terganggu dan harganya naik. Apalagi ini sudah mendekati Lebaran,” ujar Andi, Selasa (10/3/2026).
Meski antrean terlihat panjang, pihak pengelola SPBU memastikan distribusi BBM masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala.
Direktur PT Ology Karimun Bumi Sukses selaku pengelola SPBU Poros, Muhammad Nasrullah, menegaskan, pasokan Pertalite yang diterima SPBU mereka masih berjalan normal.
“Distribusi BBM ke kami masih aman dan lancar. Stok yang masuk cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bermotor di Kabupaten Karimun,” jelasnya.
Namun, Nasrullah mengaku heran dengan lonjakan antrean kendaraan roda empat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan hingga malam hari.
“Yang membuat kami heran, kenapa kendaraan sampai antre panjang sampai malam. Padahal pasokan yang masuk ke SPBU kami tidak ada kendala,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat memicu kelangkaan.
“Kuota BBM yang kami terima sebenarnya cukup untuk kebutuhan sekitar lima hari atau lebih. Namun jika dibeli berlebihan, tentu stok bisa cepat habis,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pemilik SPBU Coastal Area, Muhammad Nurhidayat. Ia berharap masyarakat tidak melakukan panic buying dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Pasokan BBM sampai saat ini masih tercukupi. Belilah sesuai kebutuhan agar semua kendaraan tetap bisa mendapatkan BBM,” tuturnya.
Pihaknya pun meminta agar tidak ada praktik penimbunan maupun pembelian berlebihan yang justru bisa memicu kelangkaan BBM di kemudian hari.
“Tidak ada praktik penimbunan maupun pembelian berlebihan yang justru bisa memicu kelangkaan BBM di kemudian hari,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar