KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun menghadapi tantangan serius.
Distribusi beras premium milik Perum Bulog hingga kini belum berjalan optimal akibat kendala transportasi laut.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengungkapkan, kapal kargo pengangkut beras premium mengalami kesulitan sandar dan melakukan bongkar muat di pelabuhan Karimun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kendalanya masih pada transportasi laut. Kapal kargo belum bisa optimal bersandar di Karimun,” ujar Guido, Rabu, (28/1/2026).
“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bulog kini tengah menyiapkan skema pasok alternatif, dengan mendatangkan beras premium dari Jawa Timur dan Makassar, masing-masing bermerek Setra Ramos dan Puni Kawan,” tambah Guido.
Meski Bulog telah menjalin kerja sama resmi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penyediaan beras premium untuk MBG, Guido mengakui distribusi khusus ke Karimun masih dalam tahap pencarian solusi.
Bulog sendiri telah menyiapkan skema kemasan, yakni kemasan 5 kilogram untuk program Jaringan Pangan Murah (JPN) dan kemasan 25 kilogram khusus mendukung kebutuhan MBG.
“Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan beras premium, baik untuk masyarakat umum maupun untuk kelancaran program MBG di Karimun,” tegas Guido.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah BGN Karimun, Anas Fitrawanda menyebut, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lanjutan dari BGN pusat terkait mekanisme penyaluran beras Bulog untuk MBG.
“Saat ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karimun masih mengadakan beras secara mandiri, dengan tetap mengutamakan beras produksi dalam negeri,” jelas Anas.
Menurutnya, hambatan distribusi ini menjadi perhatian serius lantaran MBG menyasar anak-anak dan kelompok rentan, serta menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam peningkatan gizi nasional.
“Kami berharap solusi transportasi dan distribusi segera ditemukan agar pelaksanaan MBG di Karimun dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana













Komentar