Pendampingan PT Timah, Budidaya Kakap Putih di Sawang Laut Berkembang, Tingkatkan Ekonomi Nelayan

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Timah Persero Tbk terus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir, salah satunya melalui pembinaan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, yang kini berhasil mengembangkan budidaya kakap putih sebagai sumber pendapatan tambahan bagi nelayan.(Foto: Istimewa)

PT Timah Persero Tbk terus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir, salah satunya melalui pembinaan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, yang kini berhasil mengembangkan budidaya kakap putih sebagai sumber pendapatan tambahan bagi nelayan.(Foto: Istimewa)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Komitmen PT Timah Persero Tbk dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir terus menunjukkan hasil positif.

Salah satunya melalui pembinaan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, yang kini berhasil mengembangkan budidaya kakap putih sebagai sumber pendapatan tambahan bagi nelayan.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Persero (Tbk), Anggi Siahaan, menjelaskan, program yang mulai dirintis sejak tahun 2022 ini tidak hanya memberikan bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga pendampingan teknis, pelatihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga dukungan pakan untuk memastikan keberlanjutan usaha budidaya yang dijalankan masyarakat,” terang Anggi, Jum’at (12/6/2026).

Program pembinaan yang berkelanjutan ini kata Anggi, menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menciptakan kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran, mengatakan, pada awalnya anggota kelompok hanya mengenal budidaya kakap putih melalui berbagai informasi dan tayangan yang mereka lihat.

BACA JUGA:  Pasar Sore Puan Karimun Segera Direlokasi ke Blok D untuk Atasi Kemacetan

Namun berkat pembinaan dari PT Timah dan pelatihan dari Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, mereka mulai berani mengembangkan usaha tersebut secara mandiri.

“Awalnya kami mencoba menebar 500 ekor benih kakap putih dan berhasil memanen sekitar 210 kilogram ikan. Keberhasilan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan budidaya ini,” ujar Amran.

Keberhasilan tersebut kata Arman mendorong kelompok meningkatkan kapasitas usaha dengan mengembangkan 3.000 ekor benih kakap putih berukuran 8 hingga 10 sentimeter.

“Hasil yang diperoleh tidak hanya meningkatkan pengalaman anggota kelompok, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Meski demikian, perjalanan budidaya tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknis, tingginya biaya pakan, serta perubahan cuaca menjadi hambatan yang harus dihadapi.

Menurut Amran, dukungan berkelanjutan dari PT Timah menjadi faktor penting yang membantu kelompok bertahan dan terus berkembang.

BACA JUGA:  Asah Kesiapsiagaan Karyawan, PT Timah Area Kundur Gelar Lomba Tanggap Darurat K3

“Kami pernah menghadapi cuaca panas ekstrem pada tahun 2025 yang berdampak pada kondisi tambak,” ucap Arman.

“Saat itu kami juga memiliki keterbatasan alat untuk memantau suhu air. Berkat pendampingan dan bantuan yang diberikan PT Timah, kami tetap bisa melanjutkan usaha budidaya ini,” tambah Arman.

Untuk meningkatkan produktivitas, Pokdakan Tuah Bersatu kini mulai menerapkan sistem bioflok, sebuah metode budidaya yang dinilai lebih efisien dalam pengelolaan kualitas air dan pembesaran benih ikan.

“Teknologi terus berkembang dan kami harus terus belajar. Sistem bioflok membantu kami mengurangi berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam budidaya tambak,” sebut Amran.

Ia mengakui bahwa, perkembangan usaha budidaya kakap putih yang dirasakan kelompok saat ini tidak terlepas dari peran aktif PT Timah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Jika melihat ke belakang, kami memulai semuanya dari sebuah keinginan. Sekarang lokasi budidaya sudah produktif dan sekitar 70 persen cita-cita kelompok telah terwujud. Alhamdulillah, PT Timah benar-benar membantu kami berkembang,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jaringan Sabu di Karimun Digulung, Mahasiswa Ikut Terseret

Selain memberikan tambahan penghasilan bagi nelayan, keberhasilan budidaya kakap putih juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.

“Tidak hanya di sektor perikanan, PT Timah juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya di Desa Sawang Laut, mulai dari pengolahan terasi, hidroponik, peternakan unggas, bank sampah, hingga pembibitan mangrove yang terus berkembang,” tutur Arman.

Menurut Amran, berbagai program tersebut telah memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam peningkatan ekonomi maupun pembangunan desa.

“Harapan kami, PT Timah terus mendukung pengembangan potensi masyarakat, termasuk sektor pertanian dan kelompok wanita tani, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat program pemberdayaan ini,” tutupnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

50 Cartridge Vape Mengandung Etomidate Sabu dan 100 Pil Ekstasi Dimusnahkan Polres Karimun
Dorong Pelestarian Lingkungan dan Potensi Wisata, PT Timah Tanam Pohon dan Bersihkan Pantai Asmara Dewi
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara di Perairan Karimun, Pelaku Lansia Beridentitas Ganda
Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Karimun, Jadi Ketua Parpol Termuda
Gelar One Day One Room Inspection, Rutan Karimun Pastikan Blok Wanita Bebas Narkoba
PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:13 WIB

50 Cartridge Vape Mengandung Etomidate Sabu dan 100 Pil Ekstasi Dimusnahkan Polres Karimun

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dorong Pelestarian Lingkungan dan Potensi Wisata, PT Timah Tanam Pohon dan Bersihkan Pantai Asmara Dewi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara di Perairan Karimun, Pelaku Lansia Beridentitas Ganda

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pendampingan PT Timah, Budidaya Kakap Putih di Sawang Laut Berkembang, Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:58 WIB

Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Karimun, Jadi Ketua Parpol Termuda

Berita Terbaru