KARIMUNESIA.co.id, KUNDUR – Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Timah Tbk Division Area Kundur, menggelar Lomba Tanggap Darurat di Lapangan Upacara PT Timah Area Kundur, Selasa (27/1/2026).
Lomba tanggap darurat tersebut diikuti oleh perwakilan dari berbagai satuan kerja di lingkungan PT Timah Tbk Area Kundur serta perwakilan KIP Mitra Timah, sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat sistem keselamatan kerja yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja,” terang Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat,” tambah Anggi.
Ia menegaskan bahwa, kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki seluruh karyawan.
“Risiko kerja bisa muncul kapan saja. Karena itu, setiap karyawan harus sigap, terampil dan memahami prosedur penanganan keadaan darurat,” tegasnya.
Melalui perlombaan ini, pihaknya berharap agar peserta mengikuti kegiatan dengan serius sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama.
Perlombaan tanggap darurat kata Anggi juga berfungsi sebagai sarana evaluasi atas pelatihan K3 yang selama ini telah diberikan perusahaan.
“Kegiatan ini menjadi tolok ukur, sejauh mana karyawan mampu mengimplementasikan prosedur keselamatan kerja di lapangan. Harapannya, risiko kecelakaan kerja dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutur Anggi.
Perlombaan tanggap darurat tersebut masih kata Anggi, merupakan agenda rutin tahunan PT Timah Tbk dalam rangka Bulan K3 Nasional, sekaligus sebagai tindak lanjut atas instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terkait penguatan budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan.
“Sejumlah kategori lomba dipertandingkan, di antaranya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Safety Contact, Pemadam Kebakaran serta Bantuan Hidup Dasar (BHD),” beber Anggi.
Salah satu peserta lomba, Yulius, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut mewakili divisinya.
Menurutnya, perlombaan ini memberikan pengalaman langsung yang bermanfaat dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja.
“Melalui perlombaan ini, kami dilatih untuk berpikir cepat, sigap dan tetap mengutamakan keselamatan diri maupun orang lain, terutama saat menghadapi situasi seperti kebakaran,” ujarnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar