KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Persoalan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan serta rumitnya sistem zonasi sekolah mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Karimun Daerah Pemilihan (Dapil) IV bersama tenaga pendidik.
Reses I Masa Sidang II Tahun 2025–2026 digelar di Ruang Serba Guna SMP Negeri 2 Binaan Karimun, Kecamatan Tebing, Selasa (27/1/2026).
Dalam reses tersebut dihadiri tenaga pendidik yang meliputi Kecamatan Meral, Meral Barat dan Tebing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 11 anggota DPRD Karimun Dapil IV turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Nyimas Novi Ujiana, Rodiansyah, Dharmendra, Abdul Razak, Herman Akam, Sulfanow Putra, Abdul Manaf, Sulistina, Komaruddin, Sumardi, serta Febri Hendrita Eka Putri.
Dalam sesi dialog, para tenaga pendidik menyampaikan sejumlah aspirasi, dengan kekurangan sarana dan prasarana sekolah menjadi persoalan paling dominan.
Kepala SMP Negeri 2 Binaan Karimun, Djuli Hadiwarti, mengungkapkan bahwa, sekolahnya masih mengalami keterbatasan ruang belajar.
“Kami masih kekurangan ruang kelas, sehingga ruang laboratorium terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang belajar,” ujarnya.
Selain itu, Djuli juga menyoroti kondisi sarana olahraga yang dinilai sudah tidak layak.
“Lapangan basket sudah tidak memadai dan membutuhkan perbaikan,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiana menegaskan bahwa, seluruh aspirasi tenaga pendidik telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan daerah.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Pemkab Karimun untuk diusulkan melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD),” jelas Novi.
Ia menambahkan, usulan tersebut akan dimasukkan dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ke depan.
“Meski kondisi keuangan daerah masih dalam tahap efisiensi, kami berharap kebutuhan dasar pendidikan tetap dapat terakomodir,” katanya.
Selain sarana pendidikan, kata Novi, sistem zonasi sekolah juga menjadi perhatian serius dalam reses tersebut.
Sejumlah warga dan tenaga pendidik mengusulkan pembangunan sekolah baru, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
“Sistem zonasi masih menjadi keluhan masyarakat. Mereka berharap adanya penambahan sekolah baru agar akses pendidikan lebih merata,” ungkap Novi.
Pada kesempatan tersebut, DPRD Karimun juga mengajak peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak usia sekolah, guna menekan angka kenakalan remaja.
“Orang tua diharapkan terus mengingatkan anak-anak agar fokus belajar dan menghindari aktivitas negatif di luar jam sekolah,” ujarnya.
Menutup kegiatan reses, Nyimas mengajak seluruh tenaga pendidik dan peserta didik untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
“Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif,” pungkasnya.
Penulis: Izar
Editor: Azis












Komentar