KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Setelah sempat bungkam di tengah gelombang kritik publik, Bupati Karimun, Iskandarsyah, akhirnya angkat bicara soal pengadaan 3 unit mobil dinas mewah senilai Rp1,9 miliar yang bersumber dari APBD 2026.
Iskandarsyah menepis tudingan bahwa pihaknya tidak peka terhadap kondisi ekonomi daerah.
Menurutnya, pengadaan ini tertunda setahun karena ia lebih memilih memprioritaskan keuangan daerah di awal masa jabatannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bukan anti kritik. Kendaraan lama secara aturan memang berhak diambil pemimpin sebelumnya,” ungkap Bupati, Jum’at (9/5/2026).
“Selama ini saya menggunakan mobil rusak, Pak Rocky (Wabup) malah pakai mobil Sekda,” tambah Iskandarsyah.
Selain itu, ia juga menyoroti keberhasilan pemerintah daerah dalam membayarkan THR tepat waktu serta memastikan insentif pegawai tidak mengalami keterlambatan.
“Kami sadar belum bisa memuaskan semua pihak dalam waktu singkat ini. Tapi kritik yang masuk akan jadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya.
Iskandarsyah menantang publik untuk melihat track record penghematannya, termasuk memangkas anggaran Safari Ramadan dari Rp650 juta menjadi hanya Rp165 juta.
“Pemkab Karimun telah bekerja keras, semaksimal mungkin, termasuk memangkas anggaran Safari Ramadan dari Rp650 juta menjadi hanya Rp165 juta,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana











Komentar