KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Estafet kepemimpinan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tuah Karimun mengalami pergantian.
Wan Abdul Rahman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) sebelum genap satu tahun masa pengabdiannya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Junaidi saat dikonfirmasi mengatakan, pengunduran diri tersebut didasari oleh faktor kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wan Abdul Rahman dinilai memerlukan waktu lebih untuk fokus pada pemulihan pascamedis,” ujar Junaidi, Selasa (12/5/2026).
“Wan Abdul Rahman dilantik pada tanggal 13 Agustus 2025 dan mengundurkan diri pada 12 Mei 2026 (Kurang dari 10 bulan menjabat),” tambah Junaidi.
Ia menyebut, kondisi fisik yang belum membaik setelah menjalani rangkaian pengobatan.
Menanggapi kekosongan kursi kepemimpinan, Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) segera mengambil langkah strategis melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Hasil rapat menetapkan Siska Narita Sari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama.
“Sebelumnya, Siska menjabat sebagai Direktur Kepatuhan di internal BPR Tuah Karimun, sehingga dinilai memahami stabilitas operasional bank saat ini,” pungkasnya.
Meski saat ini berstatus Plt, kata Junaidi, Siska Narita Sari memiliki peluang besar untuk dikukuhkan sebagai Dirut definitif.
“Namun, Pemerintah Kabupaten Karimun menegaskan bahwa seluruh proses pergantian pimpinan tetap harus mengikuti regulasi perbankan yang ketat,” imbuhnya.
Tahapan selanjutnya kata Junaidi akan mengajukan nama-nama ke OJK. Pemerintah akan menyetorkan nama calon ke Otoritas Jasa Keuangan.
“Calon harus melewati uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk memastikan kompetensi dan integritas,” beber Junaidi.
Selanjutnya kata Junaidi, penetapan resmi hanya akan dilakukan setelah mendapat lampu hijau dari OJK.
“Kita akan ajukan nama penggantinya ke OJK terlebih dahulu sebelum ada keputusan final,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar