Wajah Karimun Terkubur, Ikon Kebanggaan Dirusak Tiang Listrik PLN

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Coastal Area Tanjungbalai Karimun, yang selama ini menjadi ikon kebanggaan, kini dinodai oleh deretan tiang listrik milik PT PLN yang berdiri mencolok dan memalukan.(Foto: Izar)

Coastal Area Tanjungbalai Karimun, yang selama ini menjadi ikon kebanggaan, kini dinodai oleh deretan tiang listrik milik PT PLN yang berdiri mencolok dan memalukan.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Skandal perusakan estetika ruang publik mengguncang jantung Kabupaten Karimun.

Coastal Area, yang selama ini menjadi ikon kebanggaan, kini dinodai oleh deretan tiang listrik milik PT PLN yang berdiri mencolok dan memalukan.

Pemandangan ruwet yang seharusnya dihindari justru dipamerkan di kawasan yang dirancang dengan konsep bebas kabel bawah tanah sejak awal pembangunannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan publik dan politisi memuncak. Anggota DPRD Karimun dari Fraksi Partai NasDem, Eri Januarddin tak segan menyebut pemasangan tiang ini sebagai tindakan vandalisme estetika yang dilakukan Pemkab Karimun.

BACA JUGA:  Penemuan Mayat Nelayan di Kamar Kos Karimun, Kondisi Membusuk

“Setahu saya, pemimpin terdahulu membangun Coastal Area dengan konsep tanpa kabel listrik. Sekarang malah dirusak dengan berdirinya tiang-tiang listrik ini,” cetus Eri Senin (15/12/2025).

Alasan klasik, budget cekak

Investigasi kilat yang dilakukan Eri Januarddin mengungkap fakta yang jauh lebih memilukan.

PLN sebenarnya sudah menawarkan solusi modern, yaitu pemasangan kabel bawah tanah.

“Namun, tawaran visioner itu ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Kabupaten Karimun melalui dinas terkait, dengan satu alasan klasik keterbatasan anggaran alias budget cekak,” ujarnya kesal.

“PLN sudah menawarkan pemasangan kabel bawah tanah ke Pemkab Karimun. Tapi ketika saya tanyakan ke pihak PUPR dan Perkim, jawabannya karena kekurangan budget,” tambah Eri.

BACA JUGA:  Isu Penimbunan BBM Jelang Lebaran, Antrean Panjang di SPBU Karimun Bikin Masyarakat Resah

Menurutnya, hal ini merupakan ironi pahit. Pemkab Karimun membangun Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai simbol kemajuan, namun justru memilih solusi listrik paling kuno dan merusak, seolah-olah mengorbankan wajah jantung keramaian demi menghemat biaya.

Eri Januarddin bahkan memberikan peringatan keras tentang masa depan suram Coastal Area jika kebijakan ini dibiarkan.

Tiang-tiang listrik itu, menurutnya, hanyalah pintu gerbang menuju kesemrawutan yang lebih parah.

“Ke depan, tiang-tiang ini akan dipenuhi kabel internet dan lainnya. Kalau dibiarkan, wajah Coastal Area akan semakin semrawut dan kehilangan nilai estetikanya,” ancamnya.

BACA JUGA:  Upayakan Tekan Stunting, Dinas PUPR Karimun Prioritaskan Penyaluran Daging Kurban ke Wilayah Rentan

Tantangan untuk Pemkab Karimun, anggaran atau martabat

Kritikan ini bukan hanya tentang tiang listrik, tetapi tentang prioritas Pemkab Karimun.

Eri Januarddin menantang Pemkab untuk segera mengevaluasi kebijakan ini dan membuktikan komitmen mereka terhadap keindahan dan martabat kabupaten.

“Jangan sampai ikon daerah dikorbankan hanya karena alasan anggaran. Coastal Area ini wajah Karimun,” tegasnya, menuntut agar solusi kabel bawah tanah segera diimplementasikan.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KPA Gelar Agrarian Reform Media Awards 2026, Dorong Isu Agraria
Perkuat Identitas Daerah, Disdikbud Karimun Integrasikan Budaya Melayu ke Kurikulum Sekolah
Transformasi BPR Tuah Karimun, Aset Rp48 Miliar dan Laba Naik 200 Persen
Pengemudi Ojol Perempuan di Karimun Diduga Dianiaya Adik Kandung, Polisi Tetapkan Tersangka
DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis
Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

KPA Gelar Agrarian Reform Media Awards 2026, Dorong Isu Agraria

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Perkuat Identitas Daerah, Disdikbud Karimun Integrasikan Budaya Melayu ke Kurikulum Sekolah

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Transformasi BPR Tuah Karimun, Aset Rp48 Miliar dan Laba Naik 200 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Pengemudi Ojol Perempuan di Karimun Diduga Dianiaya Adik Kandung, Polisi Tetapkan Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:15 WIB

DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis

Berita Terbaru

Sebagai bentuk apresiasi bagi insan pers yang konsisten menyuarakan isu pertanahan, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kembali menggelar Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026. Ajang ini menjadi bagian dari Musyawarah Nasional IX KPA sekaligus peringatan Hari Tani Nasional 2026 untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik yang independen dan berpihak pada rakyat.(Foto: Istimewa)

Berita Utama

KPA Gelar Agrarian Reform Media Awards 2026, Dorong Isu Agraria

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:34 WIB