KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – PT Timah (Persero) Tbk, terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui dukungan terhadap penguatan mata pencaharian nelayan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan alat tangkap berupa jaring ikan kepada Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan biang dan ikan lome.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 30 nelayan menjadi penerima manfaat dalam program ini, khususnya nelayan yang masih menggunakan metode penangkapan secara tradisional.
Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengatakan bantuan jaring dari PT Timah sangat membantu nelayan, terutama di tengah kondisi hasil tangkapan yang cenderung tidak menentu.
“Alhamdulillah, bantuan dari PT Timah kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang memiliki lebih dari 100 anggota. Namun, dalam penyaluran bantuan kali ini, pihaknya memprioritaskan 30 nelayan yang aktif melaut dan menggantungkan sebagian besar penghasilannya dari hasil tangkapan ikan.
“Mayoritas nelayan di Kelurahan Sawang masih tergolong nelayan tradisional. Mereka menggunakan sampan sebagai sarana utama untuk mencari ikan di perairan sekitar Kundur Barat,” terang Jumari.
Kondisi tersebut kata Jumari, membuat pendapatan nelayan sangat bergantung pada hasil tangkapan harian. Ketika hasil tangkapan melimpah, pendapatan nelayan dapat meningkat. Sebaliknya, hasil tangkapan yang sedikit membuat penghasilan mereka ikut menurun.
“Rata-rata nelayan di sini masih tradisional. Mereka menggunakan sampan untuk mencari nafkah di laut. Hasilnya juga tidak tentu. Kalau hasil tangkapan lebih banyak, pendapatan mereka tentu lebih baik,” ujarnya.
Menurut Jumari, bantuan jaring diajukan karena nelayan membutuhkan sarana tangkap yang layak. Sebagian jaring yang selama ini digunakan telah mengalami kerusakan akibat pemakaian dalam jangka waktu lama.
“Biaya pengadaan jaring juga menjadi salah satu kendala bagi nelayan. Untuk satu utas jaring, biaya pembelian sekaligus upah pembuatannya dapat mencapai sekitar Rp500 ribu. Melalui bantuan PT Timah, setiap nelayan penerima manfaat memperoleh sekitar lima utas jarring,” beber Jumari.
“Kalau membeli satu utas jaring sekaligus dengan upahnya bisa hampir Rp500 ribu. Sekarang satu nelayan bisa mendapatkan lima utas. Ini sangat membantu karena kondisi jaring yang lama sudah banyak yang rusak,” tambah Jumari.
Jumari berharap agar jaring baru tersebut dapat membuat aktivitas melaut nelayan menjadi lebih optimal sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan keluarga.
“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Jadi kami berharap ini bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Memang sangat membutuhkan. Kalau membeli sendiri bukan berarti tidak mampu, tetapi masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi lebih dulu. Apalagi hasil tangkapan nelayan tidak menentu,” katanya.
Selain memberikan manfaat langsung bagi nelayan, Jumari menilai dukungan terhadap masyarakat pesisir juga dapat memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, aktivitas perusahaan dan kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan berdampingan apabila dibangun melalui komunikasi, saling memahami, serta sinergi yang baik.
“Saya berpikir positif. Wilayah Kundur Barat ini juga tempat nelayan mencari ikan. Kalau semua bisa saling memahami, tidak saling mengganggu, dan punya itikad untuk membantu, seharusnya bisa saling bersinergi,” tuturnya.
Ia berharap dukungan PT Timah terhadap masyarakat pesisir dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Mudah-mudahan ke depannya perusahaan semakin maju sehingga bisa berkontribusi untuk negara dan masyarakat, sehingga kita bisa sama-sama mendapatkan manfaat,” harapnya.
Bantuan sarana tangkap tersebut masih kata Jumari, menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan mata pencaharian nelayan tradisional di wilayah pesisir Kundur Barat.
“Dengan tersedianya alat tangkap yang lebih layak, nelayan diharapkan dapat menjalankan aktivitas melaut dengan lebih optimal dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga yang bergantung pada hasil laut,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana














Komentar