Marwah Karimun Digadai, Hari Jadi Dibuang Demi 20 Event Tak Berakar Sejarah

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pentadbiran (Pemerintahan) Kabupaten Karimun memperingati 1 Mei sebagai Hari Jadi Sejarah Pemerintahan Karimun yang dimulai tahun 1828 di bawah Raja Abdurrahman, yang kini diperingati sebagai Hari Pentadbiran dan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) baru.(Foto: Istimewa)

Pentadbiran (Pemerintahan) Kabupaten Karimun memperingati 1 Mei sebagai Hari Jadi Sejarah Pemerintahan Karimun yang dimulai tahun 1828 di bawah Raja Abdurrahman, yang kini diperingati sebagai Hari Pentadbiran dan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) baru.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Sebuah tamparan keras mendarat di wajah masyarakat Bumi Berazam.

Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun memicu kegaduhan hebat setelah merilis 20 Daftar Kalender Event 2026 yang isinya justru “membunuh” sejarahnya sendiri.

Secara mengejutkan, peringatan Hari Jadi Karimun (1 Mei) raib dari agenda resmi, memicu spekulasi bahwa pemerintah daerah lebih mementingkan hura-hura seremonial daripada menjaga marwah identitas daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggaran habis atau amnesia sejarah

Alasan klasik dan klise kembali muncul dari balik meja birokrasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Analisis Kebijakan Ahli Muda, Bismawati, dengan dingin menyebutkan bahwa nihilnya perayaan 1 Mei hanyalah persoalan tidak ada anggaran.

BACA JUGA:  7 Tahun Numpang Gratis, Pemkab Karimun Belum Bisa Tagih PAD PT Saipem

“Tidak diagendakan karena tidak ada pendanaan,” ujarnya singkat, seolah menutup mata bahwa 20 event lain justru mendapatkan kucuran dana segar, Jum’at, 9 Januari 2026.

Kebijakan ini dianggap sebagai ironi tingkat tinggi. Bagaimana mungkin sebuah kabupaten mampu mendanai puluhan event tambahan, namun mengaku miskin saat harus memperingati hari lahirnya sendiri.

Ini bukan sekadar masalah angka di atas kertas, tapi bukti nyata adanya rabun sejarah di tubuh pemerintahan.

Mengkhianati Perda dan keringat Tokoh Daerah

BACA JUGA:  Buka Peluang Jadi Mitra Bisnis, PT Timah Hadirkan Rumah Layanan UMKM di Pulau Kundur

Absennya Hari Jadi Karimun adalah bentuk pembangkangan terhadap hukum. Perlu diingat, tanggal 1 Mei ditetapkan melalui proses berdarah-darah hingga disahkan dalam Peraturan Daerah (Perda) oleh Komisi I DPRD.

Menghapusnya dari kalender event sama saja dengan mengencingi aturan yang dibuat sendiri dan melecehkan perjuangan para tokoh adat, pemuda, serta ormas.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah.(Foto: Istimewa)

LAM Karimun meradang, sangat memalukan

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah, tak mampu lagi membendung amarahnya.

“Penetapan 1 Mei itu bukan hasil sulap. Sangat memalukan jika peringatannya justru dibuang. LAM tidak akan tinggal diam melihat kerja keras tokoh budaya dilecehkan oleh birokrasi yang tidak paham sejarah,” tegas Firmansyah.

BACA JUGA:  Wartawan Senior Murka, Pegawai BPR Tuah Karimun Ngamuk Ancam Hack Semua Media

Ia menilai alasan teknis pendanaan hanyalah tameng untuk menutupi ketidakpedulian birokrasi terhadap nilai historis “Pentadbiran” Karimun.

“Kini, kredibilitas Pemerintah Kabupaten Karimun berada di titik nadir. Jika revisi anggaran dan kalender event tidak segera dilakukan, Pemkab Karimun akan dicatat dalam sejarah sebagai rezim yang menjual identitas daerah demi agenda-agenda yang mungkin hanya sekadar proyek tanpa makna mendalam,” tandasnya.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT KHS Pastikan Pengelolaan Limbah B3 di Karimun Berjalan Sesuai Regulasi Lingkungan
7 Tahun Numpang Gratis, Pemkab Karimun Belum Bisa Tagih PAD PT Saipem
Alasan Kesehatan, Abdul Rahman Mundur dari Dirut BPR Tuah Karimun
Dicibir Beli Mobil Dinas Rp1,9 Miliar, Berikut Penjelasan Bupati Karimun
PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu
SMPN 2 Karimun Raih Juara Umum Scout Day, Ukir Prestasi Perdana di Tingkat Penggalang
PT Timah Renovasi Gedung Serbaguna di Kundur Barat, Tingkatkan Kenyamanan Aktivitas Masyarakat
PT Timah Peduli: Bantuan Kursi Roda untuk Warga Teluk Radang, Dukung Mobilitas dan Kemandirian Sehari-hari
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:38 WIB

PT KHS Pastikan Pengelolaan Limbah B3 di Karimun Berjalan Sesuai Regulasi Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:11 WIB

7 Tahun Numpang Gratis, Pemkab Karimun Belum Bisa Tagih PAD PT Saipem

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:00 WIB

Alasan Kesehatan, Abdul Rahman Mundur dari Dirut BPR Tuah Karimun

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:52 WIB

PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

SMPN 2 Karimun Raih Juara Umum Scout Day, Ukir Prestasi Perdana di Tingkat Penggalang

Berita Terbaru