KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, memberikan teladan luar biasa tentang arti sejati dari solidaritas dan gotong-royong.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) mereka yang ke-5 pada Kamis, 4 Desember 2025, PBB Karimun memilih jalur yang berbeda dari perayaan pada umumnya.
Mereka mendedikasikan seluruh momentum perayaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan ini mengubah perayaan ulang tahun menjadi gerakan kemanusiaan yang mendalam.
Wakil Ketua PBB Karimun, Maszan P Sianturi, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini sengaja dibuat lebih fokus pada kepedulian
“Tahun ini perayaan kita sedikit berbeda. Biasanya kami menyisihkan anggaran untuk bantuan sembako kepada masyarakat tidak mampu, tetapi saat ini dialihkan sepenuhnya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena bencana alam,” ungkap Sianturi.
Langkah ini kata Sianturi merupakan respons cepat organisasi terhadap kesulitan sesama, memprioritaskan rasa kemanusiaan di atas segala bentuk perayaan internal.
“Ini adalah bukti nyata dari komitmen PBB untuk menjadi organisasi yang bertindak cepat dan responsif,” katanya.
Tidak hanya mengalihkan anggaran, kata Sianturi, PBB Karimun juga meluncurkan gerakan penggalangan dana yang lebih luas, bertajuk “Satu Pekan untuk Tiga Tapanuli”.
“Penggalangan dana, seluruh anggota PBB secara langsung turun ke jalan, termasuk di persimpangan lampu merah, untuk membuka pintu donasi bagi masyarakat luas di Karimun,” imbuhnya.
Dana yang terkumpul masih kata Sianturi, direncanakan akan disalurkan langsung kepada warga yang terdampak bencana di tiga wilayah, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.
“Aksi ini merupakan cerminan nyata dari semboyan organisasi, “Satu Rasa, Satu Jiwa dan Gotong Royong,” yang membuktikan bahwa rasa kemanusiaan tidak terbatasi oleh jarak,” pungkasnya.
Ia menambahkan, sejak awal berdiri, PBB Kabupaten Karimun telah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang melintasi batas-batas suku dan agama.
“PBB selalu menjunjung tinggi solidaritas, kita tidak memandang suku, ras dan agama. Siapa saja yang membutuhkan bantuan, kami selalu siap,” tegasnya.
Contoh nyata dari komitmen ini kata Sianturi adalah rutinitas melakukan bakti sosial dan bergotong-royong di berbagai rumah ibadah, baik masjid, gereja, maupun tempat ibadah lainnya.
“Di usianya yang ke-5, PBB Karimun berharap dapat terus tumbuh menjadi organisasi yang semakin solid, dikenal melalui kegiatan kemanusiaan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Karimun,” harapnya.
Ia berujar bahwa, solidaritas merupakan aset terbesar sebuah komunitas. Merayakan sebuah pencapaian tidak selalu harus dengan kemewahan, tetapi bisa dengan memberikan manfaat dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang.
PBB Karimun sendiri telah menunjukkan cara terbaik merayakan pencapaian adalah dengan berbagi kepada sesama, mengubah ulang tahun menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan.
“Bahwa setiap organisasi, komunitas bahkan individu, memiliki kekuatan untuk mengubah momen perayaan menjadi aksi nyata kemanusiaan. Solidaritas dan gotong royong adalah aset terbesar bangsa yang harus terus dijaga dan dipraktikkan,” tandasnya.(Izar)












Komentar