ADD Karimun 2026 Dipangkas Rp 19 Miliar, Kades Mengadu ke DPRD, Operasional Terancam Sulit

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karimun untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Karimun dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) pada Rabu, 3 Desember 2025, membahas Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karimun untuk tahun anggaran 2026 dipastikan mengalami pengurangan signifikan senilai Rp 19 miliar, turun dari tahun sebelumnya menjadi hanya Rp 40 miliar.(Foto: Izar)

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karimun untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Karimun dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) pada Rabu, 3 Desember 2025, membahas Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karimun untuk tahun anggaran 2026 dipastikan mengalami pengurangan signifikan senilai Rp 19 miliar, turun dari tahun sebelumnya menjadi hanya Rp 40 miliar.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN — Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karimun untuk tahun anggaran 2026 dipastikan mengalami pengurangan signifikan senilai Rp 19 miliar, turun dari tahun sebelumnya menjadi hanya Rp 40 miliar.

Pemotongan drastis ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi operasional desa dan bahkan memicu adanya tunda salur dana dari tahun 2025.

Situasi ini mendorong Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karimun untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Karimun dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) pada Rabu, 3 Desember 2025.

Ketua DPRD Karimun, Raja Rafiza, menjelaskan bahwa penurunan alokasi ADD ini merupakan dampak langsung dari berkurangnya Dana Transfer Umum (DTU) ke Daerah dari Pemerintah Pusat.

“Tahun 2026 untuk ADD itu dianggarkan hanya Rp 40 miliar saja, berkurang sekitar Rp 19 miliar dibanding tahun ini,” kata Rafiza.

“Pengurangan signifikan ini disebabkan oleh adanya pengurangan Dana Transfer Umum (DTU) ke Daerah dari Pemerintah Pusat,” tambah Rafiza.

Rafiza menegaskan bahwa, secara aturan, 10 persen dari alokasi APBD wajib dialokasikan untuk ADD.

BACA JUGA:  Pemkab Karimun Pilih Donasi Uang Tunai daripada Posko Bencana, Terkumpul Rp 25 Juta

“Dengan berkurangnya DTU, secara otomatis seluruh pembiayaan operasional desa ikut terdampak,” pungkasnya.

Untuk mengatasi dampak pengurangan ADD yang mengancam pengelolaan desa, kata Rafiza, Apdesi mengusulkan agar pemerintah desa diberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“DPRD bersama Dinas PMD menyatakan akan terlebih dahulu mempelajari pola BKK yang diusulkan ini,” imbuhnya.

Ia memastikan bahwa BKK sendiri belum dapat memberikan pada awal tahun 2026. Sebagai solusi jangka pendek, Raja Rafiza menambahkan bahwa tunda salur ADD tahun 2025 akan dicairkan pada tahun 2026 mendatang.

BACA JUGA:  Proyeksi APBD Perubahan Karimun 2026 Naik Jadi Rp1,34 Triliun

“Berdasarkan estimasi Dinas PMD, pencairan tunda salur dan alokasi yang ada diharapkan dapat menjaga agar penghasilan atau gaji kepala desa tidak akan berkurang,” pungkasnya.

Namun demikian, kata Rafiza, kesulitan dalam mengelola operasional sehari-hari desa tetap menjadi tantangan utama yang harus segera dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah daerah.

“Kesulitan dalam mengelola operasional sehari-hari desa tetap menjadi tantangan utama yang harus segera dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah daerah,” ujarnya mengakhiri.(Izar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir
PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah
460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia
Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum
Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam
Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah
Eva Dayanti Dorong Pemanfaatan AI yang Bijak dalam Produksi Konten dan Jurnalisme
Festival Media Selat Malaka 2026 Dibuka di Batam, Bahas Tantangan Jurnalisme di Kawasan Perbatasan
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WIB

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir

Jumat, 25 September 2026 - 18:39 WIB

PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 15:48 WIB

Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam

Berita Terbaru