Karimun Rencanakan Ikon Rumah Siput di 2026, Ambisi Wisata atau Beban Anggaran

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Karimun resmi mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 hanya untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) gedung pertemuan berbentuk rumah siput.(Foto: Izar)

Pemerintah Kabupaten Karimun resmi mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 hanya untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) gedung pertemuan berbentuk rumah siput.(Foto: Izar)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun resmi mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 hanya untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) gedung pertemuan berbentuk rumah siput.

Bangunan yang direncanakan berdiri di kawasan Jembatan Sanur ini diproyeksikan menjadi ikon baru untuk menarik wisatawan mancanegara.

Meskipun secara konsep bertujuan menciptakan multiplier effect ekonomi, rencana ini memicu diskursus serius mengenai skala prioritas dan manajemen risiko proyek pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua II DPRD Karimun, Adi Hermawan, mengingatkan kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.

BACA JUGA:  Pastikan Standar Higienis, Pemkab Karimun Terapkan Batas Maksimal Produksi Dapur MBG

“Mengalokasikan puluhan miliar untuk bangunan ikonik di tengah ketidakpastian fiskal berisiko mengorbankan sektor pelayanan publik yang lebih mendesak seperti pendidikan atau kesehatan,” ujar Adi, usai pembahasan bersama pemerintah daerah, Sabtu (28/2/2026).

Kritikan keras tertuju pada rekam jejak pembangunan di Karimun. Adi menyebut, terdapat kekhawatiran besar bahwa gedung rumah siput ini akan menambah daftar proyek mangkrak jika perencanaan keuangan tidak matang.

“Memulai proyek baru saat proyek lama belum tuntas dinilai sebagai langkah yang kurang bijak secara manajerial,” tegasnya.

BACA JUGA:  Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Karimun, Jadi Ketua Parpol Termuda

Adi menambahkan, membangun simbol daerah memang penting untuk branding, namun efektivitas biaya (cost-benefit analysis) harus diuji secara transparan.

“Apakah gedung pertemuan merupakan solusi terbaik untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, atau justru hanya akan menjadi aset yang membebani biaya pemeliharaan di masa depan,” katanya.

Adi menyebut, desain yang tidak lazim (bentuk rumah siput) biasanya berimplikasi pada biaya konstruksi yang jauh lebih mahal dibandingkan bangunan konvensional.

“Pemerintah perlu membuktikan bahwa desain ini bukan sekadar mengejar estetika, melainkan memiliki fungsionalitas yang tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Rutan Karimun Berikan Remisi Idulfitri bagi 314 Warga Binaan

Untuk itu, Adi berpesan agar pembangunan fisik diharapkan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

“Tanpa kajian teknis dan finansial yang mendalam, ikon rumah siput ini dikhawatirkan justru menjadi simbol pemborosan anggaran daripada simbol kemajuan daerah,” pungkasnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

  

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru