Kisah Duka Delvin, Pemuda di Kundur Tewas dengan Seutas Tali

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delvin, pemuda 18 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di dalam rumahnya, RT 001 RW 001 Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.(Foto: Istimewa)

Delvin, pemuda 18 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di dalam rumahnya, RT 001 RW 001 Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KUNDUR – Tangis dan kepedihan pecah saat Delvin Andrean Pratama (18) ditemukan telah meninggal dunia di rumahnya, Jum’at, 16 Januari 2026.

Delvin nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sontak saja mengguncang perasaan orang tua, saudara, sahabat, hingga seluruh warga RT 001 RW 001 Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Santi, melangkah untuk membangunkan putra sulungnya, seperti hari-hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang ia temukan bukanlah wajah mengantuk sang anak, melainkan kenyataan pahit yang seketika meruntuhkan hatinya.

Roni, ayah Delvin, dengan tangan gemetar masih berusaha memberi pertolongan. Bersama dua adik korban, ia berharap ada keajaiban. Namun harapan pupus, Delvin telah berpulang.

BACA JUGA:  Darurat Ekologis Kepulauan Riau, Raport Merah Lingkungan Sepanjang 2025

Kapolsek Kundur AKP Septimaris membenarkan peristiwa tragis yang menggemparkan warga.

Ia mengungkapkan bahwa, korban diketahui masih beraktivitas normal dan bahkan sempat berkumpul bersama teman-temannya pada malam sebelum kejadian.

“Korban sempat berkumpul dengan rekan-rekannya dan tidak memperlihatkan tanda-tanda adanya masalah. Setelah itu, korban pulang ke rumah untuk beristirahat,” ujar AKP Septimaris.

Terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan persoalan asmara, Kapolsek menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas asumsi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami masih mengumpulkan fakta dan keterangan dari berbagai pihak. Dugaan adanya masalah pribadi belum bisa disimpulkan karena proses penyelidikan masih terus berjalan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Surya Kembali Pimpin KPK, Dorong Perubahan dan Pemberdayaan Pemuda Karimun

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan informasi yang menyesatkan.

Lebih jauh, AKP Septimaris menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang perlunya kepedulian terhadap kondisi psikologis remaja, meskipun secara kasat mata terlihat baik-baik saja.

“Peristiwa ini mengingatkan kita semua agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, khususnya pada usia remaja. Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan oleh dr. Wahyu Ramanda, di RSUD Tanjungbatu, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan.

BACA JUGA:  PT KHS Pastikan Pengelolaan Limbah B3 di Karimun Berjalan Sesuai Regulasi Lingkungan

Tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, terdapat bekas jeratan di leher serta lebam mayat yang semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.

Dari lokasi kejadian, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya seutas tali dan sebuah kursi yang diduga digunakan korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dengan mengumpulkan keterangan dari keluarga, teman dekat korban serta sejumlah saksi lainnya untuk mengungkap latar belakang dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT KHS Pastikan Pengelolaan Limbah B3 di Karimun Berjalan Sesuai Regulasi Lingkungan
7 Tahun Numpang Gratis, Pemkab Karimun Belum Bisa Tagih PAD PT Saipem
Alasan Kesehatan, Abdul Rahman Mundur dari Dirut BPR Tuah Karimun
Dicibir Beli Mobil Dinas Rp1,9 Miliar, Berikut Penjelasan Bupati Karimun
PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu
SMPN 2 Karimun Raih Juara Umum Scout Day, Ukir Prestasi Perdana di Tingkat Penggalang
PT Timah Renovasi Gedung Serbaguna di Kundur Barat, Tingkatkan Kenyamanan Aktivitas Masyarakat
PT Timah Peduli: Bantuan Kursi Roda untuk Warga Teluk Radang, Dukung Mobilitas dan Kemandirian Sehari-hari
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:38 WIB

PT KHS Pastikan Pengelolaan Limbah B3 di Karimun Berjalan Sesuai Regulasi Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:11 WIB

7 Tahun Numpang Gratis, Pemkab Karimun Belum Bisa Tagih PAD PT Saipem

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:00 WIB

Alasan Kesehatan, Abdul Rahman Mundur dari Dirut BPR Tuah Karimun

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:52 WIB

PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

SMPN 2 Karimun Raih Juara Umum Scout Day, Ukir Prestasi Perdana di Tingkat Penggalang

Berita Terbaru