Dana Talangan Rp 40 Miliar, Langkah Darurat Pemkab Karimun Selamatkan APBD dari Jerat Utang

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan alokasi dana senilai Rp 40 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, khusus untuk mencicil utang tersebut. Pengumuman ini disampaikan Iskandarsyah usai pidato nota keuangan dan rancangan APBD 2026 pada rapat paripurna di gedung Balai Rong Sri Sekretariat DPRD Karimun, Rabu, 26 November 2025.(Foto: Tengku)

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan alokasi dana senilai Rp 40 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, khusus untuk mencicil utang tersebut. Pengumuman ini disampaikan Iskandarsyah usai pidato nota keuangan dan rancangan APBD 2026 pada rapat paripurna di gedung Balai Rong Sri Sekretariat DPRD Karimun, Rabu, 26 November 2025.(Foto: Tengku)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN -Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah mengakui situasi keuangan yang kritis. Untuk pertama kalinya, mereka mengalokasikan dana fantastis, Rp 40 miliar hanya untuk mencicil utang Tunda Bayar (TB) yang terus membengkak.

Pengumuman ini disampaikan Iskandarsyah dalam rapat paripurna di DPRD Karimun. Rp 40 miliar tersebut difloating (dialokasikan) khusus dalam Rancangan APBD 2026.

“Kita sudah floating Rp 40 miliar di dalam APBD dan di APBD Perubahan, nanti akan kita angsur lagi,” ujar Iskandarsyah, mengisyaratkan bahwa utang ini jauh lebih besar dari angka cicilan pertama, Rabu, 26 November 2025.

Kondisi ini semakin memprihatikan, mengingat fakta bahwa kondisi keuangan Pemkab Karimun sendiri sudah tercatat defisit Rp 160 miliar pada tahun 2024. Beban ini dipindahkan ke APBD 2025 dan kini, beban utang tunda bayar diprediksi akan kembali meroket di akhir tahun 2025.

“Penyebabnya, efisiensi anggaran dan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat,” pungkasnya.

Iskandarsyah mengakui ini merupakan tantangan berat Pemkab Karimun harus mengkombinasikan, antara menyelesaikan tunda bayar namun tetap membangun infrastruktur.

BACA JUGA:  Taman Bunga Karimun Mati Suri, Pedagang Kuliner Menjerit Tarif Parkir Selangit

“Artinya, pembangunan infrastruktur harus bersaing ketat dengan kewajiban bayar utang yang mengancam,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Karimun, Adi Hermawan, mengungkap fakta bahwa, laporan perincian TB per OPD belum disampaikan secara terperinci kepada dewan, pihaknya sudah minta datanya.

“Berarti, hingga saat ini, total utang raksasa Pemkab Karimun masih menjadi rahasia dan misteri,” katanya.

Langkah pengangsuran Rp 40 Miliar ini, kata Adi, memang menunjukkan komitmen Pemkab. Namun, di tengah keterbatasan anggaran dan desakan pembangunan, namun akankah Rp 40 miliar ini cukup ataukah Karimun akan terus terjebak dalam lingkaran utang hingga bertahun-tahun ke depan.

BACA JUGA:  Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga

“Kami mengapresiasi Pemkab Karimun, namun di tengah keterbatasan anggaran dan desakan pembangunan, akankah Rp 40 miliar ini cukup ataukah Karimun akan terus terjebak dalam lingkaran utang hingga bertahun-tahun ke depan,” tandasnya.(Izar)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun, Jaga Ekosistem
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru