WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN -Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah mengakui situasi keuangan yang kritis. Untuk pertama kalinya, mereka mengalokasikan dana fantastis, Rp 40 miliar hanya untuk mencicil utang Tunda Bayar (TB) yang terus membengkak.
Pengumuman ini disampaikan Iskandarsyah dalam rapat paripurna di DPRD Karimun. Rp 40 miliar tersebut difloating (dialokasikan) khusus dalam Rancangan APBD 2026.
“Kita sudah floating Rp 40 miliar di dalam APBD dan di APBD Perubahan, nanti akan kita angsur lagi,” ujar Iskandarsyah, mengisyaratkan bahwa utang ini jauh lebih besar dari angka cicilan pertama, Rabu, 26 November 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini semakin memprihatikan, mengingat fakta bahwa kondisi keuangan Pemkab Karimun sendiri sudah tercatat defisit Rp 160 miliar pada tahun 2024. Beban ini dipindahkan ke APBD 2025 dan kini, beban utang tunda bayar diprediksi akan kembali meroket di akhir tahun 2025.
“Penyebabnya, efisiensi anggaran dan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat,” pungkasnya.
Iskandarsyah mengakui ini merupakan tantangan berat Pemkab Karimun harus mengkombinasikan, antara menyelesaikan tunda bayar namun tetap membangun infrastruktur.
“Artinya, pembangunan infrastruktur harus bersaing ketat dengan kewajiban bayar utang yang mengancam,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Karimun, Adi Hermawan, mengungkap fakta bahwa, laporan perincian TB per OPD belum disampaikan secara terperinci kepada dewan, pihaknya sudah minta datanya.
“Berarti, hingga saat ini, total utang raksasa Pemkab Karimun masih menjadi rahasia dan misteri,” katanya.
Langkah pengangsuran Rp 40 Miliar ini, kata Adi, memang menunjukkan komitmen Pemkab. Namun, di tengah keterbatasan anggaran dan desakan pembangunan, namun akankah Rp 40 miliar ini cukup ataukah Karimun akan terus terjebak dalam lingkaran utang hingga bertahun-tahun ke depan.
“Kami mengapresiasi Pemkab Karimun, namun di tengah keterbatasan anggaran dan desakan pembangunan, akankah Rp 40 miliar ini cukup ataukah Karimun akan terus terjebak dalam lingkaran utang hingga bertahun-tahun ke depan,” tandasnya.(Izar)












Komentar