PANGKALPINANG, KARIMUNESIA.co.id – PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara aktivitas bisnis pertambangan dan pelestarian ekosistem, khususnya di wilayah operasional perusahaan.
“Dalam pengelolaan lingkungan darat, PT Timah menjalankan program reklamasi melalui penanaman dan penghijauan secara berkelanjutan,” terang Department Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, Kamis, 23 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut kata Anggi, melibatkan kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat, sehingga memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi sosial ekonomi warga.
“Tak hanya di darat, perusahaan juga melakukan berbagai inisiatif di sektor kelautan,” ujarnya.
Program tersebut masih kata Anggi meliputi pembangunan artificial reef (terumbu karang buatan), penebaran kembali biota laut seperti cumi dan kepiting bakau, penanaman mangrove serta pembangunan penahan abrasi untuk menjaga garis pantai.
“Langkah ini bertujuan memulihkan ekosistem pascatambang sekaligus melindungi wilayah pesisir dari kerusakan,” pungkasnya.
Selain fokus pada rehabilitasi lingkungan, PT Timah juga memperkuat pengelolaan energi sebagai bagian dari strategi mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
“Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain penerapan selective mining, efisiensi energi, substitusi bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan (EBT), program PLNisasi di Site Mentok, penggunaan tenaga surya (solar photovoltaic) serta penggantian lampu konvensional menjadi LED yang lebih hemat energi,” beber Anggi.
“Program-program tersebut dinilai sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan rehabilitasi lingkungan,” tambah Anggi.
Melalui berbagai program ini, PT Timah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan yang berwawasan lingkungan.
“Sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang,” ucap Anggi.
Sementara itu, akademisi sekaligus Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menilai langkah PT Timah sebagai strategi penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam harus diiringi dengan upaya rehabilitasi agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang.
“Pemanfaatan sumber daya alam tetap penting untuk mendukung ekonomi, namun harus diimbangi dengan upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan,” ungkap Indra.
Hal senada disampaikan Camat Kundur Barat, Yusufian. Ia menyebut program lingkungan perusahaan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pembangunan penahan gelombang yang mampu mengurangi abrasi dan melindungi lahan warga di wilayah pesisir.
“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga wilayah pesisir dan mencegah abrasi,” katanya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar