Badai PHK Hantui Karimun, P3K dan Tenaga Paruh Waktu Terancam Dirumahkan

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemkab Karimun kini berada di ujung tanduk. Bukan sekadar gertakan, evaluasi besar-besaran sedang digodok. Siapa yang malas, siap-siap angkat kaki.(Foto: Istimewa)

Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemkab Karimun kini berada di ujung tanduk. Bukan sekadar gertakan, evaluasi besar-besaran sedang digodok. Siapa yang malas, siap-siap angkat kaki.(Foto: Istimewa)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Kabar panas mendadak menggetarkan jagat raya Bumi Berazam.

Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemkab Karimun kini berada di ujung tanduk.

Bukan sekadar gertakan, evaluasi besar-besaran sedang digodok. Siapa yang malas, siap-siap angkat kaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wacana ini langsung memicu perang komentar di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga mendukung agar uang pajak tidak habis untuk membayar pegawai malas. Namun di sisi lain, bayang-bayang pengangguran massal di Karimun mulai menghantui.

BACA JUGA:  PT Timah Dukung Generasi Muda Kundur Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Defisit Rp185 miliar diduga kuat menjadi pemicunya. Ternyata, alasan di balik rencana ekstrem ini bukan cuma soal kedisiplinan. Sekda Karimun, Junaidi, blak-blakan menyebut kondisi keuangan daerah sedang tercekik.

“Penyebab utamanya adalah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dipangkas hampir Rp185 miliar,” terang Junaidi, Jum’at, 27 Maret 2026.

Sehingga kata Junaidi, berdampak pada kas daerah sehingga efisiensi pegawai jadi pilihan pahit yang harus diambil.

Junaidi menegaskan bahwa, pemerintah tidak akan main-main. Evaluasi ini akan menjadi saringan maut bagi pegawai yang selama ini cuma numpang nama.

BACA JUGA:  Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah

“Fokus utamanya adalah tingkat kedisiplinan, absensi dan kehadiran,” katanya.

“Etos kerja yang baik, hasil kerja nyata, bukan cuma datang duduk diam saja,” tambah Junaidi.

Meski masih dalam tahap pembahasan rapat, sinyal lampu kuning ini sudah menyala terang.

“Kita akan lihat siapa yang benar-benar disiplin dan punya kinerja baik. Mereka yang tidak memenuhi standar, berpotensi besar untuk dirumahkan,” tegas Junaidi.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Antar Tim Futsal Putri SMAN 4 Kundur Meraih Juara 3 Kepri
PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir
PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah
460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia
Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum
Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam
Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah
Dorong Ekonomi, Pemkab Karimun Usul Suntik Modal Rp12,5 Miliar ke BPR Tuah
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:58 WIB

PT Timah Antar Tim Futsal Putri SMAN 4 Kundur Meraih Juara 3 Kepri

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WIB

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir

Jumat, 25 September 2026 - 18:39 WIB

PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum

Berita Terbaru