Gegara Biskuit Pabrikan, Yayasan Penyelenggara Makan Gratis di Karimun Minta Maaf

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menanggapi gelombang protes orang tua siswa, Yayasan SPPG Sei Lakam Barat II akhirnya angkat bicara dan resmi mengaku salah.(Foto: Izar)

Menanggapi gelombang protes orang tua siswa, Yayasan SPPG Sei Lakam Barat II akhirnya angkat bicara dan resmi mengaku salah.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Masyarakat Karimun heboh setelah beredarnya kabar penggunaan biskuit kemasan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi gelombang protes orang tua siswa, Yayasan SPPG Sei Lakam Barat II akhirnya angkat bicara dan resmi mengaku salah.

Ternyata, biskuit yang diberikan masuk dalam kategori Ultra Processed Food (UPF).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mengeluarkan larangan keras terhadap penggunaan produk pabrikan seperti biskuit dan roti kemasan, nugget instan, produk olahan pabrik lainnya.

BACA JUGA:  Perkuat Pengasuhan Anak, PT Timah dan BKKBN Buka Layanan Konseling di Karimun

“Kami mengaku salah dan meminta maaf. Produk UPF tersebut sebenarnya dilarang oleh BGN demi menjaga kualitas gizi anak-anak,” ujar Ketua Yayasan SPPG Sei Lakam Barat II, Agus Ahdiani, Kamis (26/2/2026).

Agus menjelaskan, langkah ini diambil lantaran kondisi terjepit, di mana stok UMKM langka.

“Sulitnya mencari mitra lokal yang sanggup memproduksi makanan kering dalam jumlah masif di awal Ramadan,” katanya.

Agar distribusi makanan untuk siswa tidak terhenti total, kata Agus biskuit pabrikan pun jadi jalan pintas.

BACA JUGA:  Pekerja Asal Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel Karimun

Yayasan memastikan polemik ini jadi pelajaran berharga. Saat ini, mereka sudah resmi menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan camilan sehat.

“Jadi, menu yang dibagikan sekarang adalah kue-kue tradisional hasil olahan warga setempat, bukan lagi produk kalengan,” ungkapnya.

Program MBG bukan cuma soal bikin perut kenyang, tapi soal asupan gizi berkualitas untuk tumbuh kembang anak.

Kejadian di SD Negeri 003 Karimun ini jadi pengingat buat semua pihak, jangan main-main dengan standar gizi anak bangsa.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Kundur Ikuti Khitan Massal dan Berobat Gratis di Bulan Bakti PT Timah

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir
PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah
460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia
Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum
Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam
Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah
Dorong Ekonomi, Pemkab Karimun Usul Suntik Modal Rp12,5 Miliar ke BPR Tuah
Bupati Karimun Usulkan Perda Perumda BBJ Diubah, 3 Sektor Usaha Baru Disiapkan
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WIB

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir

Jumat, 25 September 2026 - 18:39 WIB

PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 15:48 WIB

Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam

Berita Terbaru