KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – PT PLN (Persero) Kabupaten Karimun, memberlakukan manajemen daya berupa potensi pemadaman listrik bergilir akibat pemeliharaan darurat (emergency maintenance), pada PLTU Unit 2 Karimun.
Langkah ini diambil setelah ditemukannya kendala teknis pada komponen boiler pembangkit tersebut.
Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, menjelaskan bahwa, pemeliharaan Unit 2 sebenarnya dijadwalkan pada Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun, pelaksanaannya sempat ditunda hingga Agustus 2026 demi menjaga stabilitas pasokan listrik setempat,” terang Adityawarman, Kamis (20/8/2026).
Kerusakan pada boiler tersebut kata Adityawarman, membuat perbaikan tidak lagi dapat ditunda demi menghindari kerusakan yang lebih parah.
“Berlangsung selama periode beban puncak mulai pukul 17.30 WIB hingga 03.00 WIB, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan konsumsi listrik harian,” jelasnya.
PLN sendiri masih kata Adityawarman, sedang menginstalasi 6 unit mesin pembangkit baru bernilai total 6 MW di Kompleks PLTD Bukit Carok untuk menopang sistem kelistrikan.
“Mesin PLTD Bukit Carok ditargetkan mulai menyuplai daya ke sistem kelistrikan pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah sempat tertunda akibat kelengkapan material,” sebut Adityawarman.
Pihak PLN Karimun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan listrik, khususnya pada jam beban puncak.
“Guna membantu menjaga keandalan sistem selama masa pemeliharaan,” tandasnya.
Penulis: Juni
Editor: Lana














Komentar