KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Perjuangan Santi Marliza, warga Kampung Bukit Merang, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, untuk mendapatkan pengobatan penyakit jantung telah berlangsung selama dua tahun.
Di tengah kondisi tersebut, Santi harus menjalani pemeriksaan, perawatan, dan kontrol secara rutin, termasuk bepergian ke luar daerah. Ia sebelumnya telah menjalani operasi jantung di Jakarta. Namun, proses pengobatan belum sepenuhnya selesai karena masih membutuhkan perawatan intensif dan kontrol berkala di Batam.
“Saya sudah operasi di Jakarta, tetapi masih menjalani pengobatan intensif di Batam karena masih uji coba katup baru. Setiap satu bulan sekali harus kontrol ke Batam,” ujar Santi, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga Santi. Suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan memiliki penghasilan yang tidak tetap. Pendapatan tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, termasuk kebutuhan dua anak mereka.
Sementara itu, biaya pengobatan yang harus dijalani tidak sedikit. Meskipun sebagian biaya medis ditanggung melalui BPJS Kesehatan, keluarga Santi tetap harus menyiapkan biaya lain yang berkaitan dengan proses pengobatan, terutama transportasi dan kebutuhan selama berada di Batam.
“Kalau dari Karimun biasanya ke Batam. Lumayan juga biayanya, apalagi kalau harus menginap. Kadang kami menginap di rumah singgah,” tuturnya.
Dalam kondisi tersebut, dukungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah (Persero) Tbk, menjadi salah satu bentuk bantuan yang dirasakan manfaatnya oleh Santi dan keluarganya.
“Bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan selama menjalani pengobatan, termasuk biaya perjalanan dari Karimun ke Batam. Bagi keluarga kami, dengan kondisi ekonomi terbatas, dukungan tersebut menjadi berarti karena pengobatan jantung membutuhkan proses yang panjang dan kontrol secara berkala,” katanya.
Santi mengaku sempat ragu untuk mengajukan bantuan. Namun, setelah mendapat dukungan tersebut, ia merasa terbantu dalam menjalani rangkaian pengobatan yang masih harus dilakukan.
“Ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan seperti kami. Awalnya saya tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari PT Timah. Saya sempat ragu untuk mengajukan, tetapi akhirnya dibantu,” ujarnya.
Ia berharap dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat terus dilakukan sehingga warga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki dukungan ketika harus menjalani pengobatan.
“Semoga ke depannya PT Timah tetap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Santi menyebut, proses pemulihan dari penyakit jantung tidak berhenti setelah operasi. Pasien tetap membutuhkan pemeriksaan lanjutan, kontrol berkala, serta biaya pendukung lainnya, terutama bagi warga yang harus bepergian antarpulau untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Bagi keluarga berpenghasilan tidak tetap, biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pendamping selama menjalani pengobatan dapat menjadi beban tambahan,” katanya.
Karena itu, kata Santi, dukungan dari keluarga, program jaminan kesehatan, rumah singgah, serta bantuan sosial dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menyelesaikan proses pengobatan.
Melalui bantuan yang diterimanya, Santi berharap dapat terus menjalani pengobatan dan kontrol sesuai anjuran tenaga medis hingga kondisi kesehatannya semakin membaik.
“Semoga saja pengobatan dan lakukan kontrol terus berlanjut, sesuai anjuran tenaga medis hingga kondisi kesehatan semakin membaik dan segera lekas sembuh,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana














Komentar