Breaking News

Skandal Tambang Pasir Kundur, Mantan Kajari Priyambudi Murka

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu 14 Desember 2025, Priyambudi menuding bahwa gelombang isu negatif yang memicu kegaduhan di media sosial hanyalah provokasi busuk yang terencana dan sama sekali tidak memiliki dasar.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Panggung investasi dan hukum Karimun tiba-tiba bergetar hebat.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun, Priyambudi, secara mengejutkan muncul ke publik dan melontarkan peringatan keras yang menggelegar.

Menargetkan isu sensitif tambang pasir darat oleh PT Tridaya Satya Lestari di Desa Sawang, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu 14 Desember 2025, Priyambudi menuding bahwa gelombang isu negatif yang memicu kegaduhan di media sosial hanyalah provokasi busuk yang terencana dan sama sekali tidak memiliki dasar.

“Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi,” ungkap Priyambudi.

“Jika ada kabar burung yang belum tentu kebenarannya, jangan menelan mentah-mentah. Saring dulu, ini jelas upaya Provokasi Massal,” tambah Priyambudi, mengisyaratkan adanya aktor di balik layar yang sengaja memanaskan suasana.

Menurut Priyambudi, isu-isu yang kini viral dan menyulut amarah publik di media sosial adalah taktik kotor yang bertujuan untuk memprovokasi dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat Kundur.

“Isu yang beredar ini sama sekali tidak berdasar. Ini hanya ingin memprovokasi masyarakat dan merusak kondusivitas,” serunya, memperingatkan bahwa opini liar ini adalah perangkap yang sengaja disebar.

Sentilan pedas ke Media: sajikan fakta bukan bukan opini tendensius

Tak hanya masyarakat, Priyambudi juga melayangkan kritik pedas yang menohok langsung ke jantung insan pers.

Ia menuding beberapa media ikut andil dalam menyebarkan opini tanpa dasar yang kuat, yang berpotensi menyesatkan publik.

Priyambudi secara khusus menuntut media untuk segera kembali ke kode etik jurnalistik, meminta mereka untuk menerapkan prinsip ‘cover both side story’ agar pemberitaan menjadi fair dan berimbang.

“Produk jurnalistik harus terlihat berkualitas dengan menyajikan fakta dan bukan hanya opini semata yang menimbulkan kesan tendensius. Media jangan sampai menjadi corong provokasi,” tegasnya, menyoroti bahaya sensasi yang mengalahkan kebenaran.

Priyambudi mewanti-wanti masyarakat Bumi Berazam agar mewaspadai adanya opini publik yang menyesatkan, yang berpotensi besar berujung pada fitnah dan pencemaran nama baik.

“Publik kini diminta untuk menahan diri dan tidak mudah termakan isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan,” tandasnya, di tengah pusaran konflik tambang pasir yang kian panas.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Exit mobile version