Skandal Tambang Pasir Kundur, Mantan Kajari Priyambudi Murka

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu 14 Desember 2025, Priyambudi menuding bahwa gelombang isu negatif yang memicu kegaduhan di media sosial hanyalah provokasi busuk yang terencana dan sama sekali tidak memiliki dasar.(Foto: Istimewa)

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu 14 Desember 2025, Priyambudi menuding bahwa gelombang isu negatif yang memicu kegaduhan di media sosial hanyalah provokasi busuk yang terencana dan sama sekali tidak memiliki dasar.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Panggung investasi dan hukum Karimun tiba-tiba bergetar hebat.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun, Priyambudi, secara mengejutkan muncul ke publik dan melontarkan peringatan keras yang menggelegar.

Menargetkan isu sensitif tambang pasir darat oleh PT Tridaya Satya Lestari di Desa Sawang, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu 14 Desember 2025, Priyambudi menuding bahwa gelombang isu negatif yang memicu kegaduhan di media sosial hanyalah provokasi busuk yang terencana dan sama sekali tidak memiliki dasar.

BACA JUGA:  Kasus Pengancaman Jurnalis di Karimun Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Kedua Pihak Berdamai

“Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi,” ungkap Priyambudi.

“Jika ada kabar burung yang belum tentu kebenarannya, jangan menelan mentah-mentah. Saring dulu, ini jelas upaya Provokasi Massal,” tambah Priyambudi, mengisyaratkan adanya aktor di balik layar yang sengaja memanaskan suasana.

Menurut Priyambudi, isu-isu yang kini viral dan menyulut amarah publik di media sosial adalah taktik kotor yang bertujuan untuk memprovokasi dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat Kundur.

“Isu yang beredar ini sama sekali tidak berdasar. Ini hanya ingin memprovokasi masyarakat dan merusak kondusivitas,” serunya, memperingatkan bahwa opini liar ini adalah perangkap yang sengaja disebar.

BACA JUGA:  PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu

Sentilan pedas ke Media: sajikan fakta bukan bukan opini tendensius

Tak hanya masyarakat, Priyambudi juga melayangkan kritik pedas yang menohok langsung ke jantung insan pers.

Ia menuding beberapa media ikut andil dalam menyebarkan opini tanpa dasar yang kuat, yang berpotensi menyesatkan publik.

Priyambudi secara khusus menuntut media untuk segera kembali ke kode etik jurnalistik, meminta mereka untuk menerapkan prinsip ‘cover both side story’ agar pemberitaan menjadi fair dan berimbang.

“Produk jurnalistik harus terlihat berkualitas dengan menyajikan fakta dan bukan hanya opini semata yang menimbulkan kesan tendensius. Media jangan sampai menjadi corong provokasi,” tegasnya, menyoroti bahaya sensasi yang mengalahkan kebenaran.

BACA JUGA:  Skandal Lahan 19,1 Hektar Karimun, 12 Tahun Digunakan PT Saipem

Priyambudi mewanti-wanti masyarakat Bumi Berazam agar mewaspadai adanya opini publik yang menyesatkan, yang berpotensi besar berujung pada fitnah dan pencemaran nama baik.

“Publik kini diminta untuk menahan diri dan tidak mudah termakan isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan,” tandasnya, di tengah pusaran konflik tambang pasir yang kian panas.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

PT Timah Persero (Tbk), bidik tambang luar negeri, cadangan domestik diperkirakan bertahan 10 hingga 15 tahun.(Foto: Istimewa)

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB