Badai PHK Hantui Karimun, P3K dan Tenaga Paruh Waktu Terancam Dirumahkan

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:56 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemkab Karimun kini berada di ujung tanduk. Bukan sekadar gertakan, evaluasi besar-besaran sedang digodok. Siapa yang malas, siap-siap angkat kaki.(Foto: Istimewa)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Kabar panas mendadak menggetarkan jagat raya Bumi Berazam.

Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemkab Karimun kini berada di ujung tanduk.

Bukan sekadar gertakan, evaluasi besar-besaran sedang digodok. Siapa yang malas, siap-siap angkat kaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wacana ini langsung memicu perang komentar di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga mendukung agar uang pajak tidak habis untuk membayar pegawai malas. Namun di sisi lain, bayang-bayang pengangguran massal di Karimun mulai menghantui.

Defisit Rp185 miliar diduga kuat menjadi pemicunya. Ternyata, alasan di balik rencana ekstrem ini bukan cuma soal kedisiplinan. Sekda Karimun, Junaidi, blak-blakan menyebut kondisi keuangan daerah sedang tercekik.

“Penyebab utamanya adalah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dipangkas hampir Rp185 miliar,” terang Junaidi, Jum’at, 27 Maret 2026.

Sehingga kata Junaidi, berdampak pada kas daerah sehingga efisiensi pegawai jadi pilihan pahit yang harus diambil.

Junaidi menegaskan bahwa, pemerintah tidak akan main-main. Evaluasi ini akan menjadi saringan maut bagi pegawai yang selama ini cuma numpang nama.

“Fokus utamanya adalah tingkat kedisiplinan, absensi dan kehadiran,” katanya.

“Etos kerja yang baik, hasil kerja nyata, bukan cuma datang duduk diam saja,” tambah Junaidi.

Meski masih dalam tahap pembahasan rapat, sinyal lampu kuning ini sudah menyala terang.

“Kita akan lihat siapa yang benar-benar disiplin dan punya kinerja baik. Mereka yang tidak memenuhi standar, berpotensi besar untuk dirumahkan,” tegas Junaidi.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version