Pelabuhan Karimun Masuk Daftar Hitam Uni Eropa, Begini Tanggapan Tegas Bupati Iskandarsyah

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menanggapi kabar isu, ancaman sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Pelabuhan Karimun memicu perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di sektor kemaritiman Kepulauan Riau, Bupati Karimun Iskandarsyah akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa isu serupa sebelumnya juga pernah mencuat, khususnya terkait aktivitas di Oil Terminal Karimun (OTK).(Foto: Izar)

Menanggapi kabar isu, ancaman sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Pelabuhan Karimun memicu perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di sektor kemaritiman Kepulauan Riau, Bupati Karimun Iskandarsyah akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa isu serupa sebelumnya juga pernah mencuat, khususnya terkait aktivitas di Oil Terminal Karimun (OTK).(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Isu ancaman sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Pelabuhan Karimun memicu perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di sektor kemaritiman Kepulauan Riau.

Pelabuhan yang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul strategis perdagangan di Selat Malaka itu dikabarkan masuk dalam radar pengawasan UE.

Sorotan tersebut berkaitan dengan isu emisi pengiriman, pengelolaan limbah pelabuhan, hingga keterlacakan (traceability) komoditas dalam rantai perdagangan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor geopolitik dan dinamika rantai pasok global juga dinilai turut memengaruhi situasi tersebut.

Jika sanksi benar-benar diberlakukan, dampaknya diperkirakan tidak kecil. Penanaman Modal Asing (PMA) berpotensi menahan ekspansi investasi akibat kekhawatiran terhadap risiko hukum dan tekanan regulasi internasional.

BACA JUGA:  Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar

Menanggapi kabar yang berkembang, Bupati Karimun Iskandarsyah akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa isu serupa sebelumnya juga pernah mencuat, khususnya terkait aktivitas di Oil Terminal Karimun (OTK).

“Isu ini sudah kesekian kalinya, terutama pada Oil Terminal Karimun (OTK). Apakah ini persaingan bisnis atau bagaimana, kami masih mendalami dan berkoordinasi dengan BP Karimun dan juga Gubernur terkait isu ini,” ujar Iskandarsyah, Rabu (11/2/2026).

Bupati juga menyinggung bahwa pada tahun 2025 lalu, memang terdapat aktivitas perdagangan oleh trader minyak. Namun, menurutnya, mekanisme tersebut merupakan praktik yang lazim dalam perdagangan energi global.

BACA JUGA:  Skandal Lahan 19,1 Hektar Karimun, 12 Tahun Digunakan PT Saipem

“Salah satu fungsinya, jika ada yang membeli, maka trader tersebut langsung menjualnya,” ungkap Bupati.

Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum memiliki keputusan resmi.

“Kami masih melihat situasinya. Itu kan persoalan persaingan bisnis antarnegara (internasional),” katanya.

Iskandarsyah menegaskan bahwa, posisi Karimun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) menjadikannya magnet investasi internasional.

Letaknya yang strategis di Selat Malaka, merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia, membuat Karimun kerap menjadi perhatian global.

“Karimun menjadi destinasi prioritas bagi negara asing. Jadi wajar saja jika dilirik,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama BP Karimun disebut terus memperketat pengawasan operasional di wilayah pelabuhan.

BACA JUGA:  Pemkab Karimun Siapkan Shalat Istisqa dan Langkah Antisipasi Dampak El Nino

“Pemerintah daerah bersama BP Karimun terus melakukan pengawasan ekstra ketat,” tegasnya.

Terkait arahan dari pemerintah pusat, Bupati memastikan hingga saat ini belum ada keputusan maupun instruksi resmi.

“Belum ada keputusan dan arahan dari pemerintah pusat terkait isu ini,” tandasnya.

Isu ini pun kini menjadi perhatian publik, mengingat peran strategis Karimun dalam arus perdagangan regional dan internasional.

Pemerintah daerah memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi di wilayah Bumi Berazam.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

PT Timah Persero (Tbk), bidik tambang luar negeri, cadangan domestik diperkirakan bertahan 10 hingga 15 tahun.(Foto: Istimewa)

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB