KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Olahraga balap motor kini bukan lagi sekadar hobi bagi orang dewasa.
Di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, upaya menjaring dan membina bibit pebalap profesional sejak usia dini terus digalakkan.
Melalui latihan rutin MiniMoto yang digelar oleh keluarga besar Sirkuit NP Family 757, di kawasan Coastal Area, anak-anak setempat diberikan wadah edukatif untuk mengasah bakat mereka di lintasan balap yang aman dan terarah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program latihan yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun ini tidak hanya fokus pada kecepatan, melainkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, teknik berkendara yang benar, serta mental bertanding para atlet muda Karimun.
Di balik bentuknya yang kecil, motor MiniMoto ternyata memiliki tingkat kesulitan mekanis yang tinggi.
Menurut salah seorang mekanik sirkuit, Alun, untuk menyiapkan kendaraan untuk anak-anak membutuhkan ketelitian ekstra.
“Karena motor MiniMoto kelas 50 cc ini tidak memiliki suspensi, tantangan utamanya adalah membuat motor benar-benar seimbang agar tetap stabil saat dipacu di lintasan,” terang Alun, Kamis (9/7/2026).
Alun menyebut, setiap akhir pekan, sirkuit non-permanen sepanjang 850 meter tersebut diramaikan oleh sekitar 15 pebalap cilik berusia 6 hingga 14 tahun.
“Mereka dibagi ke dalam beberapa kelas, mulai dari kelas MiniMoto 50 cc matic hingga kelas 110 cc sampai 130 cc,” imbuhnya.
Meskipun masih berusia belia, kata Alun, para peserta wajib menerapkan kedisiplinan dan standar keamanan yang ketat layaknya pebalap profesional.
“Hal ini dilakukan demi membangun budaya berkendara yang aman, safety riding sejak dini,” pungkasnya.
Seluruh pebalap cilik masih kata Alun, diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan standar balap lengkap, seperti helm, wearpack) baju balap khusus), sepatu balap, serta pelindung siku dan lutut.

“Para pelatih membekali peserta dengan teknik dasar balap yang krusial, meliputi posisi tubuh yang benar saat menikung (cornering),” paparnya.
Tidak hanya itu saja, Alun menyebut, penggunaan rem depan dan belakang secara presisi, hingga menjaga keseimbangan di berbagai kondisi lintasan juga menjadi faktor utama.
“Membangun fokus serta menjunjung tinggi sportivitas dalam berlaga,” katanya.
Semangat ini tercermin dari salah satu pebalap cilik bernama Araz Lipas Kodong. Ia mengaku tidak merasa gentar dan justru termotivasi untuk mengukir prestasi.
“Kalau takut sih tidak, malah senang kalau sampai bisa juara,” ujarnya optimis.
Keberhasilan pembinaan usia dini ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pelatih, mekanik, dan orang tua.
Riko, orang tua dari Araz Lipas Kodong, menegaskan, dirinya selalu memberikan dukungan penuh, namun tetap memastikan pendidikan sekolah dan keselamatan sang anak menjadi prioritas utama.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan edukatif ini, kegiatan MiniMoto di Sirkuit NP Family 757 diharapkan dapat melahirkan generasi baru pebalap motor berprestasi dari Kabupaten Karimun yang siap bersaing di kancah regional maupun nasional,” ucap Ricko.
Kegiatan ini kata Ricko, sekaligus membuktikan bahwa olahraga ekstrem dapat dikenalkan kepada anak-anak secara aman.
“Mendukung olahraga, tentunya hal yang positif jika dikelola dengan manajemen keselamatan yang tepat,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana














Komentar