PT Timah Perbarui RIPPM di Karimun, Program Pemberdayaan Masyarakat Didorong Lebih Tepat Sasaran

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Timah (Persero) Tbk kembali memperbarui Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) demi mendongkrak kesejahteraan warga Karimun. Langkah strategis ini dimatangkan lewat konsultasi publik yang melibatkan berbagai pihak di Gedung Nasional Karimun, Kamis (3/9/2026).(Foto: Istimewa)

PT Timah (Persero) Tbk kembali memperbarui Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) demi mendongkrak kesejahteraan warga Karimun. Langkah strategis ini dimatangkan lewat konsultasi publik yang melibatkan berbagai pihak di Gedung Nasional Karimun, Kamis (3/9/2026).(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – PT Timah (Persero) Tbk, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembaruan Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Konsultasi publik pembaruan RIPPM PT Timah tersebut digelar di Gedung Nasional Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan dengan kebutuhan nyata masyarakat serta arah pembangunan pemerintah daerah,” terang Departement Head Corporate Communication PT Timah Persero (Tbk), Anggi Siahaan.

Konsultasi publik tersebut kata Anggi, melibatkan jajaran pemerintah daerah, perwakilan masyarakat, serta kelompok penerima manfaat program PPM PT Timah.

“Pelibatan berbagai pihak dinilai penting agar program yang dirancang perusahaan benar-benar menjawab persoalan dan potensi yang ada di masyarakat,” ungkap Anggi.

Sementara itu, Staf Ahli Perencana Utama Baperlitbang Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah, mengatakan, pembaruan RIPPM PT Timah perlu diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, sinkronisasi tersebut diperlukan agar program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan perusahaan dapat mendukung prioritas pembangunan daerah dan memberikan manfaat yang lebih optimal.

BACA JUGA:  Karhutla Jadi Sorotan di Fesmed Selat Malaka, Jurnalis Diminta Tak Asal Salahkan Masyarakat Adat

“Setiap rencana kebijakan yang dibuat dalam rangka pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan, kita berharap menyatu dengan rencana kebijakan RPJMD provinsi maupun kabupaten kota,” kata Arif.

Ia menyebut, sejumlah isu strategis di Kepulauan Riau yang dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program PPM.

“Di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis maritim, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan pelayanan publik, pelestarian budaya lokal, pembangunan infrastruktur, serta penanganan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan,” beber Arif.

Arif menilai, keberadaan PT Timah di Kabupaten Karimun memiliki peluang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Memang hadirnya PT Timah ini kita harapkan mendorong dan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun pada khususnya, karena berada di wilayah Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar program pemberdayaan masyarakat dirancang secara terintegrasi.

“Program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta pengembangan mata pencaharian diharapkan dapat saling mendukung sehingga memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, H. Muhammad Isnaini, menekankan pentingnya program PPM yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata bagi penerima manfaat.

BACA JUGA:  Reses DPRD Karimun Dapil IV, Guru Sampaikan Krisis Sarana Sekolah dan Zonasi

“Program ke depan perlu diarahkan pada sektor-sektor strategis, terutama pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Isnaini.

Ia mencontohkan pemberian bantuan bibit dan pupuk kepada petani. Menurutnya, bantuan tersebut seharusnya tidak berhenti ketika barang diserahkan, tetapi harus disertai target dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.

“Setiap bantuan yang diberikan harus memiliki target akhir atau ending yang jelas. Jangan sekadar program selesai setelah barang diserahkan,” katanya.

Untuk memastikan manfaatnya, efektivitas program dapat dievaluasi secara berkala, misalnya dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun.

“Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui apakah program benar-benar mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat,” tutur Isnaini.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat agar mereka mampu mandiri dalam membiayai pendidikan dan kesehatan keluarganya,” tambah Isnaini.

Isnaini menekankan, pentingnya sinkronisasi program PPM PT Timah dengan rencana pembangunan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah telah memiliki arah pembangunan yang dituangkan melalui RPJMD dan rencana kerja masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” sebut Isnaini.

BACA JUGA:  Lewati Beragam Tahapan Seleksi, 36 Siswa Raih Kesempatan Masuk Kelas Beasiswa PT Timah

Menurutnya, penyelarasan program dinilai dapat membantu perusahaan mengisi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi pemerintah sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih kegiatan.

“Penting adanya sinkronisasi antara program CSR PT Timah dengan rencana pembangunan daerah agar tidak terjadi overlapping kegiatan,” imbuhnya.

Ia berharap koordinasi antara PT Timah dan OPD dapat terus diperkuat, terutama dalam memetakan kebutuhan masyarakat dan memastikan rencana program perusahaan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Selain aspek ekonomi dan sosial, keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program PPM. Setiap program diharapkan mempertimbangkan kondisi lingkungan, karakteristik, serta potensi masing-masing wilayah,” ucap Isnaini.

Melalui pembaruan RIPPM yang melibatkan pemerintah dan masyarakat, program PPM PT Timah diharapkan tidak hanya menjadi bentuk dukungan perusahaan, tetapi mampu menghasilkan manfaat jangka panjang berupa peningkatan pendapatan, kemandirian masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.

“Dengan demikian, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat setelah program berjalan,” tandasnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir
PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah
460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia
Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum
Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam
Gojek Karimun Dorong Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Potensi Daerah
Dorong Ekonomi, Pemkab Karimun Usul Suntik Modal Rp12,5 Miliar ke BPR Tuah
Bupati Karimun Usulkan Perda Perumda BBJ Diubah, 3 Sektor Usaha Baru Disiapkan
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WIB

PT Timah Perkuat Pemberdayaan Nelayan, dari Bantuan Alat Tangkap hingga Pelestarian Pesisir

Jumat, 25 September 2026 - 18:39 WIB

PT Timah Bantu Fasilitas Surau Nurul Yaqin di Tanjung Batu, Jemaah Lebih Nyaman Beribadah

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

460 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing #2 Pantai Pongkar, Peserta Datang dari Malaysia

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Karimun Fasilitasi Lahan Pos Bapas Demi Dekatkan Layanan Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 15:48 WIB

Panen 5.000 Batang, Nanas Hasil Tani Kundur Mulai Penuhi Pasar Batam

Berita Terbaru