KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Sebuah skandal manajemen aset yang menyayat hati dan menguras dompet rakyat terkuak di Kabupaten Karimun.
Mobil dinas yang seharusnya menjadi penunjang kinerja pejabat dalam melayani publik. Namun, apa yang terjadi di Kabupaten Karimun sungguh di luar nalar.
Puluhan bangkai mobil dinas mewah para pejabat kini teronggok tak berdaya, menunggu giliran dijual sebagai rongsokan besi tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Totalnya ada 50 unit kendaraan, termasuk 31 unit mobil dinas sedan, SUV, hingga minibus dan 1 unit alat berat, yang kini dikumpulkan di Kantor DPRD Karimun,” terang Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, Jum’at (5/12/2025).
Ia menyebut, nilai tumpukan sampah sisa kejayaan para birokrat ini ditaksir hanya mencapai angka Rp 107 juta.
“Puluhan unit kendaraan tersebut akan dilelang dan kondisi kendaraannya dalam keadaan rusak parah,” ujar Rocky, seolah mengonfirmasi betapa bobroknya manajemen aset daerah selama ini. Kendaraan yang sudah dipakai sejak tahun 2000-an ini kini harus dilelang.
Pemkab Karimun kini berencana melelang 50 bangkai ini secara umum, menunggu jadwal yang ditetapkan oleh KPKNL Batam.
“Masih menunggu jadwal yang ditetapkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam,” tandasnya.
Lelang Rp 107 juta ini adalah akhir yang tragis dari manajemen aset daerah. Ini adalah pukulan telak bagi kepercayaan publik terhadap penggunaan uang rakyat.
Ini bukan hanya sekadar berita lelang besi tua, melainkan monumen kegagalan dan bukti nyata kelalaian yang telah merugikan keuangan daerah.
Ke mana perginya biaya perawatan dan pemeliharaan rutin yang selalu dikucurkan dari APBD selama ini.
Apakah anggaran yang selalu dikucurkan itu hanya menjadi ‘lubang hitam’ yang tak pernah menutup dan hanya menguntungkan segelintir pihak.(Izar)












Komentar