KARIMUNESIA.co.id, PANGKALPINANG – Upaya pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat terus dilakukan PT Timah Tbk melalui program “Seribu Pohon untuk Negeri”.
“Sepanjang tahun 2025, perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini telah menanam 1.400 bibit pohon produktif, di wilayah Bangka Belitung dan Kepulauan Riau,” terang Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Jum’at, 23, Januari 2026.
“Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mengusung konsep rehabilitasi lahan produktif, yakni penanaman pohon bernilai ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” tambah Anggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenis pohon yang ditanam sendiri kata Anggi antara lain berupa pohon mangga, durian, alpukat, rambutan dan kelapa.
“Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan kelompok tani dan warga setempat,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025, penanaman pohon dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain berupa 500 batang bibit ditanam dalam rangka Bulan Bakti K3 sebagai bagian dari kampanye keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan.
“Selanjutnya 200 bibit ditanam di kawasan Balai Karya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan hijau,” imbuhnya.
Sementara kata Anggi 500 bibit pohon ditanam di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan Pelangi Lestari dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
“200 bibit pohon ditanam di Desa Tepus, Kabupaten Bangka Selatan, dengan fokus pada pohon kelapa dan mangga guna mendukung ketahanan pangan desa,” pungkasnya.
Hal ini dilakukan untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat wilayah produktif.
“Pemilihan tanaman produktif dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari program tersebut,” ucap Anggi.
Program penanaman pohon ini masih kata Anggi, dirancang untuk memberikan dampak ganda. Selain berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, hasil panennya nanti diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Timah Tbk menargetkan manfaat utama, diantaranya mengurangi dampak perubahan iklim melalui peningkatan tutupan hijau dan penyerapan karbon,” tutur Anggi.
Lebih lanjut Anggi mengatakan program tersebut juga memberikan dampak, guna mendorong ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok tani, melalui hasil tanaman bernilai jual.
Meningkatkan kesadaran lingkungan, agar masyarakat turut menjaga kelestarian lahan dan hutan di sekitarnya.
“Langkah ini menunjukkan bahwa sektor industri pertambangan tetap dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana












Komentar