Penilaian Lomba Lampu Hias Eid Mubarak di Karimun Dimulai, Kreativitas Warga Jadi Sorotan

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penilaian Lomba Festival Lampu Hias Eid Mubarak 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun resmi dimulai sejak 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat untuk memeriahkan bulan Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri.(Foto: Istimewa)

Penilaian Lomba Festival Lampu Hias Eid Mubarak 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun resmi dimulai sejak 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat untuk memeriahkan bulan Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri.(Foto: Istimewa)

KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Penilaian Lomba Festival Lampu Hias Eid Mubarak 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun resmi dimulai sejak 8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat untuk memeriahkan bulan Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Tim juri lapangan dari panitia turun langsung ke berbagai kecamatan untuk menilai karya lampu hias yang dibuat oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beragam desain unik dengan perpaduan cahaya warna-warni menghiasi lingkungan warga dan menciptakan suasana Ramadan yang semakin semarak.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Ahadian Zulseptriadi, mengatakan, proses penilaian dilakukan secara bertahap sesuai jadwal dan rute yang telah ditentukan panitia.

“Penilaian diawali dari Kecamatan Moro dan dilanjutkan ke Kecamatan Durai. Selanjutnya pada 10–11 Maret 2026, tim juri menilai peserta di wilayah Pulau Kundur, dimulai dari Kecamatan Kundur Barat dan Kundur Utara, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Kundur,” terang Ahadian, Jum’at, 13 Maret 2026.

BACA JUGA:  PT Timah Dorong Transformasi Kepemimpinan Lewat TINS Executive Leadership Program

“Untuk tanggal 12 Maret 2026, penilaian dilaksanakan di wilayah Pulau Karimun. Sementara pada 13 Maret tim juri akan melanjutkan penilaian ke Kecamatan Buru,” tqmbah Ahadian.

Ia menjelaskan, masyarakat juga dapat mengetahui informasi jadwal penilaian serta lokasi peserta melalui media sosial resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.

Dalam proses penilaian, tim juri memperhatikan sejumlah aspek utama, di antaranya kreativitas, inovasi, keindahan, serta nilai estetika dari desain lampu hias yang ditampilkan.

“Desain yang mampu menyampaikan pesan religi juga menjadi nilai penting dalam penilaian,” jelasnya.

BACA JUGA:  Cegah DBD Saat Musim Hujan, PT Timah Rutin Lakukan Fogging di Wilayah Operasional Kundur

Selain itu, ia menyebut, kombinasi warna lampu yang harmonis, tata letak yang rapi dan proporsional, hingga tampilan keseluruhan yang menarik juga menjadi perhatian tim juri.

“Ide unik yang berbeda dari peserta lain turut menjadi nilai tambah, termasuk penggunaan teknologi seperti lampu LED, animasi cahaya hingga berbagai efek warna,” beber Ahadian.

Tak hanya soal keindahan, faktor keselamatan instalasi juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Tim juri memastikan kabel tertata rapi, struktur bangunan kokoh serta lampu berfungsi dengan baik.

“Ukuran bangunan utama, jumlah lampu yang digunakan, hingga kondisi lampu yang menyala juga menjadi pertimbangan. Keselamatan peserta dan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Panitia juga berharap masyarakat di sekitar lokasi lampu hias dapat menjaga kekompakan serta ikut berpartisipasi dalam memeriahkan festival ini.

BACA JUGA:  Pria Sebatang Kara di Karimun Ditemukan Membusuk Terkunci dalam Rumah

Penilaian lomba lampu hias ditargetkan selesai sebelum malam puncak 7 Likur, yang merupakan tradisi masyarakat Melayu dalam menyambut Idul Fitri.

“Seluruh lampu hias diwajibkan menyala saat malam penilaian agar tampilannya dapat dinilai secara maksimal,” katanya.

Selain itu, kata Ahadian, lampu hias juga diharapkan kembali dinyalakan pada malam 7 Likur dan malam Idul Fitri untuk menambah kemeriahan suasana perayaan di Kabupaten Karimun.

“Sementara untuk kategori kereta hias, penilaian akan dilakukan saat kegiatan pawai atau parade kereta hias yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan malam Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun,” tandasnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis
Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:15 WIB

DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Berita Terbaru