KARIMUNESIA.co.id, KUNDUR- Keheningan pagi di Tanjungbatu mendadak berubah menjadi horor yang memilukan.
Sebuah tragedi mencekam mengguncang Bumi Berazam saat seorang wanita muda berinisial NR (21) ditemukan tewas mengenaskan setelah terjun bebas dari lantai 3 Hotel Hocky pada Rabu (17/12/2025), pukul 07:00 WIB.
Suasana di dalam kamar 303 dikabarkan terdengar kegaduhan sengit sebelum maut menjemput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut saksi mata, Aulia, korban terlihat dalam kondisi emosional yang meledak-ledak. Jeritan dan amarah pecah di balik sambungan telepon.
“Korban memegang iPhone 13 sambil marah-marah dengan suaminya, suasananya sangat tegang,” ungkap Aulia.
Hanya dalam hitungan menit, kata Aulia, saat korban lengah setelah keluar kamar sejenak situasi berubah menjadi mimpi buruk.
“Jendela kamar ditemukan sudah terbuka lebar, ruangan kosong melompong, NR sudah tidak ada di sana,” katanya.
Terhempas di aspal, ponsel iPhone 13 masih di sisi korban
Rekan-rekan korban yang panik berlari ke bawah hanya untuk disambut pemandangan yang menyayat hati.
NR tergeletak kaku di aspal parkiran hotel dengan posisi terlentang.
Pemandangan paling memilukan sekaligus mengerikan adalah telepon genggam yang digunakan untuk bertengkar terakhir kalinya masih tergeletak tepat di sisi kanan tubuhnya, seolah menjadi saksi bisu kata-kata terakhir yang memicu aksi nekat tersebut.
Garis polisi kini melingkar ketat di area hotel. Tim Polsek Kundur di bawah pimpinan AKP Septimaris telah mengevakuasi jasad korban ke RSUD Tanjungbatu untuk proses autopsi.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami motif di balik aksi brutal terhadap diri sendiri ini.
“Diduga kuat dipicu pertengkaran hebat atau api cemburu,” terang Kapolres.
“Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan kronologi lengkapnya,” tambah Kapolres.
Saat ini, foto-foto kondisi korban mulai membanjiri grup WhatsApp dan platform media sosial. Kapolres mengimbau keras agar masyarakat berhenti menyebarkan foto korban demi menghormati keluarga yang berduka.
“Kami mengimbau agar masyarakat berhenti menyebarkan foto korban demi menghormati keluarga yang berduka,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Azis Maulana












Komentar