Mengenal Jong, Miniatur Kapal Layar Melayu, Memikat Dunia di Festival Pameral 2026

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Jong Nusantara yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Meral (Pameral) Kabupaten Karimun, tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat makna.(Foto: Izar)

Festival Jong Nusantara yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Meral (Pameral) Kabupaten Karimun, tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat makna.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Pernahkah Anda membayangkan sebuah kompetisi balap kapal yang mengandalkan penuh pada kekuatan angin dan presisi mekanika tradisional tanpa awak.

Itulah Jong, permainan tradisional khas masyarakat Melayu yang baru saja mengguncang Pantai Indah, Desa Pangke, Kabupaten Karimun, pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Melalui gelaran Festival Jong Nusantara yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Meral (Pameral) Kabupaten Karimun, tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edukasi Budaya, apa itu Jong

“Jong bukan sekadar mainan kayu. Secara teknis, Jong adalah perahu layar miniatur yang dirancang khusus untuk melaju kencang di atas permukaan air laut,” terang Ketua Pameral, Rusdi.

BACA JUGA:  PT Timah Bantu Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun, Ringankan Keluarga Tidak Mampu

“Tanpa mesin, Jong bergerak murni mengandalkan hembusan angin pada layarnya,” tambah Rusdi.

Kehebatan seorang pemain Jong kata Rusdi terletak pada kemampuannya mengatur keseimbangan antara ganda (penyeimbang), layar dan kemudi agar perahu tetap stabil meski dihantam ombak.

“Jong mulai jarang ditemui di era digital. Festival ini hadir sebagai jawaban untuk melestarikan (Kultural). Mengenalkan filosofi bahari kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” katanya.

Tidak hanya itu saja, kata Rusdi Festival Jong ini juga sebagai magnet wisata, diikuti 400 peserta dari Kabupaten Karimun, Bintan, Kota Tanjungpinang, Malaysia dan Brunei Darussalam, Jong terbukti menjadi alat diplomasi budaya yang efektif.

BACA JUGA:  Kisah Roteni, Membawa Bunda Fresh Menembus Pasar Lewat Kekuatan Legalitas

“Permainan ini melambangkan ketangguhan masyarakat pesisir dalam membaca alam dan arah angin,” imbuhnya.

Kemeriahan festival ini bahkan memikat perhatian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.

Menariknya, jenderal bintang tiga ini tidak hanya menonton, tetapi juga turut serta dalam perlombaan.

Dengan gaya humorisnya, ia menggunakan Jong berlayar motif loreng.

“Kalau tidak menang, berarti Jong-nya lagi patroli,” candanya, yang disambut tawa hangat warga.

Kehadiran tokoh nasional ini menegaskan bahwa Jong memiliki nilai prestise yang layak dipromosikan lebih luas.

“Jong memiliki kultur dan karakter unik, dinilai prestise yang layak dipromosikan lebih luas,” ucap Kunto.

Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah menyebut, kegiatan ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga motor ekonomi bagi UMKM setempat, karena banyaknya wisatawan yang hadir.

BACA JUGA:  Semangat Natal Berbagi, Polres Karimun Hangatkan Panti Asuhan Menjelang Hari Raya

“Festival Jong Nusantara bukan sekadar lomba adu cepat, melainkan perayaan kecerdasan nenek moyang dalam menaklukkan laut,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pameral, atas konsistensinya melestarikan budaya daerah.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, menjaga dan melestarikan budaya lokal,” tutur Bupati.

Di balik layar-layar kecil yang berkibar di Pantai Pangke, tersimpan harapan agar identitas Melayu tetap tegak berdiri di tengah arus modernisasi.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis
Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas
Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat
DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut
PLN Karimun Jelaskan Penyebab Blackout, Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Karimun Bangun Jalan Penghubung Jembatan Sanur-Bandara RHA Senilai Rp9,5 Miliar
Menolak Lilin Ulang Tahun, Memilih Dapur Rakyat Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:15 WIB

DPRD Karimun Minta Proyeksi Pendapatan KUA-PPAS 2027 Disusun Realistis

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Karimun Copot PT MPK dari Pengelolaan Parkir Pelabuhan, Tudingan Pemerasan Ikut Memanas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:48 WIB

Blackout Lumpuhkan Karimun, PKIH Murka: PLN Transparan atau Siap Digugat

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

DPRD Karimun Dorong Pemerataan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Program Pemberdayaan PT Timah Dorong Ekonomi, Budaya, dan Lingkungan di Desa Sawang Laut

Berita Terbaru