KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Lomba Sampan Layar (Perahu Jong) tahunan di Pantai Tanjung Ambat, Kecamatan Buru, Karimun, telah membuktikan diri.
Bukan hanya sebagai ajang tradisi, tetapi juga sebagai aset pariwisata unggulan dan pendorong ekonomi lokal.
Lomba Sampan Layar ini juga merupakan bagian dari rangkaian kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Menunjukkan bagaimana tradisi dapat dipertahankan sekaligus menjadi motor kemajuan ekonomi.
Pada pembukaan resmi yang dilakukan oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, Rabu (27/8/2025), disoroti bagaimana acara rutin ini memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi kemajuan daerah.
“Antusiasme terhadap perlombaan ini sangat tinggi, menarik peserta tidak hanya dari Karimun, tetapi juga dari daerah lain seperti Batam dan Bintan,” ujar Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano.
Hal ini kata Rocky membuktikan bahwa status Lomba Sampan Layar Buru sebagai magnet wisata regional.
“Mulai dari peningkatan UMKM, dimana gelombang arus peserta dan penonton secara langsung menghidupkan dan meningkatkan permintaan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” ungkap Rocky.
Tidak hanya itu saja, menurutnya perlombaan tahunan ini menjadi aset wisata unik.
“Lomba ini dinilai sebagai aset unik yang berpotensi menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” imbuhnya.
“Sekaligus peningkatan permintaan pada jasa angkutan lokal akibat lonjakan kunjungan,” tambah Rocky.
Wabup Rocky Bawole menegaskan bahwa, tradisi ini merupakan pilar penting bagi kemajuan ekonomi dan pariwisata daerah.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun menunjukkan komitmen penuh untuk melanggengkan tradisi berharga ini.
“Pemerintah daerah siap mendukung kegiatan lomba sampan layar ini sebagai agenda tahunan dan terpusat di sini Pulau Buru,” ujarnya mengakhiri.
Penulis: Izar
Editor: Lana
