Polemik MBG, Ortu di Karimun Ngamuk Cuma Dikasih Biskuit Pabrikan

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:45 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Alih-alih makanan segar nan bergizi, oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga nekat menabrak aturan pusat dengan menyajikan produk pabrikan atau Ultra Processed Food (UPF). Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah tegas melarang keras penggunaan nugget, sosis, hingga biskuit kemasan dalam menu MBG. Karena kandungan pengawet dan perasanya dianggap merusak kualitas gizi anak.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi asupan sehat buat generasi emas, malah menuai protes keras di Kabupaten Karimun.

Alih-alih makanan segar nan bergizi, oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga nekat menabrak aturan pusat dengan menyajikan produk pabrikan atau Ultra Processed Food (UPF).

Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah tegas melarang keras penggunaan nugget, sosis, hingga biskuit kemasan dalam menu MBG. Karena kandungan pengawet dan perasanya dianggap merusak kualitas gizi anak.

Kekecewaan ini memuncak setelah Mansah, seorang wali murid di SDN 003 Karimun, membongkar apa yang diterima anaknya.

Bukannya makanan olahan UMKM lokal yang segar, anaknya justru menerima satu keping biskuit marie pabrikan, sebutir telur rebus, sebuah apel, satu kotak susu kecil.

“Anak saya kelas 2 SD, dikasih paket untuk tiga hari sekaligus. Tapi isinya cuma beginian. Kalau dihitung-hitung, anggarannya Rp8.000 per hari, total Rp24.000 untuk tiga hari. Masa cuma dapat biskuit dan telur,” ujar Mansah geram, Rabu, 24 Februari 2026.

BGN sendiri kata Mansah, sebelumnya sudah menyarankan agar SPPG menggandeng UMKM lokal selama Ramadan.

Tujuannya agar gizi terjaga, ekonomi warga muter. Tapi yang terjadi di Karimun justru sebaliknya, produk pabrikan besar yang diduga masuk ke piring siswa.

Biskuit pabrikan kata Mansah, bukanlah pengganti makanan bergizi seimbang yang dijanjikan oleh pemerintah.

“Tentu melanggar aturan dari pusat. BGN melarang keras UPF karena zat aditif. Nilai makanan yang diterima siswa tidak sebanding dengan anggaran negara yang dikucurkan,” katanya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version