Breaking News

Kisah Roteni, Membawa Bunda Fresh Menembus Pasar Lewat Kekuatan Legalitas

Roteni, sosok di balik merek sabun cuci piring lokal, Bunda Fresh, mendapat bantuan dari PT Timah Tbk, hadir bukan sekadar memberikan suntikan modal, melainkan kunci keberhasilan untuk naik kelas.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, PANGKALPINANG – Banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun seringkali terbentur dengan perizinan.

Inilah yang dialami oleh Roteni, sosok di balik merek sabun cuci piring lokal, Bunda Fresh.

Awalnya, sabun cuci piring buatan Roteni hanya berkutat di lingkaran terbatas teman dekat dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT).

Ada keraguan besar untuk melangkah lebih jauh. Bukan karena produknya tak laku, melainkan karena rasa was-was memasarkan produk tanpa seragam resmi berupa izin edar.

Langkah berani diambil Roteni saat ia bergabung dalam program pembinaan UMKM dari PT Timah Tbk.

“Menyadari bahwa kualitas saja tidak cukup, PT Timah Tbk hadir bukan sekadar memberikan suntikan modal, melainkan kunci keberhasilan untuk naik kelas,” terang Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Rabu 14 Januari 2026.

“Saat ini, Bunda Fresh sedang dalam proses melengkapi tiga pilar penting kepercayaan konsumen,” tambah Anggi.

Anggi berujar bahwa, Bunda Fresh kini memiliki izin edar yang menjadi syarat mutlak untuk bisa masuk ke rak-rak supermarket dan pasar modern.

Tidak hanya itu saja, sertifikasi halal juga wajib diterapkan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan konsumen.

“Serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), untuk melindungi merek agar tidak dicatut pihak lain di kemudian hari,” tegasnya.

Untuk itu, kata Anggi, PT Timah Tbk sendiri terus berkomitmen memberikan pembinaan terintegrasi mulai dari pelatihan keterampilan hingga fasilitasi promosi.

“Untuk memastikan UMKM lokal seperti Bunda Fresh tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh mandiri dan berdampak bagi ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Roteni bermimpi, dengan izin yang lengkap, volume produksi akan meningkat.

Artinya, ia bisa menarik lebih banyak anggota KWT untuk bekerja bersama. Ini merupakan contoh nyata bagaimana legalitas usaha menjadi pintu gerbang pembukaan lapangan kerja baru di tingkat lokal.

“Saya belum berani memasarkan secara masif karena belum memiliki izin edar. Tapi sekarang, dengan bantuan PT Timah Tbk, semuanya sedang diproses,” katanya.

Hal ini menurutnya sangat penting agar produknya dipercaya para konsumen dan bisa dipasarkan lebih luas lagi.

“Tentu sangat penting agar produk kami dipercaya konsumen dan bisa dipasarkan lebih luas,” ungkap Roteni penuh optimistis.

PT Timah Tbk kata Roteni sangat membantu, dapat memberikan edukasi bagi para pelaku usaha lainnya bahwa perizinan merupakan investasi jangka panjang.

“Di mana, produk yang berizin dianggap lebih aman dan profesional, retail modern dan platform e-commerce besar mewajibkan adanya izin edar hingga melindungi pelaku usaha dari risiko sanksi administratif. Ketika sebuah usaha kecil mulai naik kelas dan perizinannya rampung, dampaknya akan terasa secara kolektif,” imbuhnya.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Exit mobile version