KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Ketua DPD NasDem Karimun Provinsi Kepulauan Riau, yang juga Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Jusrizal, melayangkan protes keras terhadap sampul (cover) dan narasi pemberitaan salah satu media nasional terkait isu merger partai.
Protes tersebut muncul setelah beredarnya ilustrasi karikatur yang menyerupai Ketua DPP Partai NasDem, Surya Paloh, yang digambarkan dengan penampilan tidak pantas dan ekspresi lesu.
Menurut Jusrizal, visual tersebut tidak mencerminkan kritik yang sehat, melainkan cenderung merendahkan martabat individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Cover berita jangan mengolok-olok individu seseorang, ilustrasi visual di majalah itu terkesan merendahkan martabat seorang ketua partai, itu bukan lagi kritik, melainkan penggiringan opini ke arah negatif, partai yang beliau pimpin,” tegas Jusrizal, Selasa (14/4/2026).
Pihaknya sangat menghormati kebebasan pers, namun apa yang di lakukan Media Nasional ini sangat menyayat hati, para kader NasDem dengan penyajian visual di cover yang kesannya merendahkan sosok Ketua DPP, Surya Paloh secara tidak proporsional.
“Beliau merupakan sosok Ketua DPP, tentu saja kami sebagai kader harus bereaksi keras jika ada indikasi mengolok-olok seperti ini,” sebutnya.
“Kami menghormati kebebasan pers, namun penyajian seperti ini sangat menyayat hati kader. Kritik itu sah, tapi harus tetap proporsional dan beretika,” tambah Jusrizal.
Jusrizal menegaskan bahwa, Partai NasDem bukanlah entitas yang bisa dianalogikan seperti perusahaan yang diperjualbelikan. Ia menilai penggambaran tersebut meremehkan eksistensi partai yang dibangun atas semangat restorasi politik.
“Isu merger itu masih sebatas opini, belum terbukti. Jangan mempersempit makna partai politik seolah-olah seperti korporasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan, media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang.
Menurutnya, kritik yang dibangun melalui visual yang menyerang karakter justru berbahaya bagi iklim demokrasi.
“Media adalah pilar penting demokrasi. Jangan sampai kebebasan berekspresi justru digunakan untuk merendahkan dan membentuk opini yang tidak sehat,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Jusrizal berharap media nasional dapat lebih bijak dalam menyajikan konten, dengan menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab moral kepada publik.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap media itu sendiri,” tutupnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana

Komentar Batalkan balasan