KARIMUNESIA.co.id, PANGKALPINANG – Di balik geliat perekonomian daerah, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat.
Dari dapur-dapur rumahan hingga produk kreatif lokal, UMKM membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Komitmen inilah yang terus diperkuat PT Timah Tbk melalui pembinaan berkelanjutan terhadap para pelaku UMKM di wilayah operasional perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, PT Timah Tbk melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) telah merangkul 117 UMKM baru sebagai mitra binaan.
Mereka tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau dan Sumatera Selatan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa, pembinaan UMKM merupakan bagian penting dari upaya perusahaan menciptakan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang.
“UMKM bukan hanya penopang ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan,” terang Anggi, Jum’at, 9 Januari 2026.
“Karena itu, PT Timah Tbk berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar semakin mandiri dan berdaya saing,” tambah Anggi.
Program tersebut menurutnya bukan hanya sekadar bantuan modal, tetapi menjadi jembatan bagi UMKM untuk tumbuh, berkembang dan naik kelas.
“Lebih dari sekadar permodalan, PUMK dirancang sebagai program pemberdayaan yang menyeluruh,” pungkasnya.
Para mitra binaan kata Anggi juga mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, peningkatan kualitas produk hingga fasilitasi promosi dan pemasaran.
“Ragam sektor usaha pun terlibat, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, produk kreatif lokal, perikanan, pertanian hingga jasa,” beber Anggi.
Melalui program ini, masih kata Anggi, PT Timah Tbk mendorong pelaku UMKM untuk lebih inovatif dan mampu memperluas pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu kisah inspiratif datang dari Kardina (41), pelaku UMKM asal Kerabut yang mengelola usaha Pempek Udang Mama Sabil. Tahun 2025, menjadi awal perjalanannya sebagai mitra binaan PT Timah Tbk.
“Saya ingin produk saya lebih dikenal. Selama ini promosi hanya lewat WhatsApp. Setelah jadi mitra binaan PT Timah, saya sudah diajak ikut pameran. Ini peluang besar untuk usaha kecil seperti saya,” tuturnya dengan penuh harap.
Bagi Kardina, pendampingan dan kesempatan promosi menjadi nilai tambah yang sangat berarti. Ia optimistis, dengan dukungan berkelanjutan, usahanya akan terus berkembang dan omsetnya meningkat.
“Melalui sinergi yang kuat dengan para mitra binaan, PT Timah Tbk tidak hanya membantu kami, para UMKM bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.
Ia berujar, dari usaha kecil yang dirintis dengan keterbatasan ini, lahir harapan baru untuk masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Berawal dari usaha kecil yang kami rintis dengan keterbatasan ini, lahir secercah harapan baru untuk masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana
