KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Kemarahan dan kecemasan memuncak di kalangan warga RT 001, RW 002 Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Musibah tahunan, banjir rob yang biasanya hanya akrab kini berubah menjadi monster yang mengancam dan menggenangi rumah-rumah warga hingga jauh lebih parah.
Fokus kemarahan warga kini tertuju pada satu target, yakni proyek pembangunan perumahan baru di lingkungan mereka, yang dituding sebagai biang kerok utama di balik bencana banjir yang semakin parah ini
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banjir semakin parah semenjak dibangunnya perumahan,” ungkap salah seorang warga yang rumahnya ikut terendam, Mada, dengan lantang menyuarakan kekecewaannya, Sabtu, 6 Desember 2025.
“Ini bukan lagi sekadar air pasang biasa, warga setempat menuding bahwa biang keladi di balik parahnya banjir rob kali ini adalah pembangunan komplek perumahan baru di sekitar lingkungan warga,” tambah Mada.
Ia membandingkan kondisi tahun-tahun sebelumnya dengan kondisi saat ini.
“Biasa memang setiap akhir tahun air pasang pasti naik ke darat, hanya saja semenjak ada perumahan, banjirnya semakin parah dan menggenangi rumah warga termasuk rumah kami,” katanya, menunjukkan peningkatan drastis dampak banjir yang merugikan belasan rumah.
Ia menambahkan, warga menyoroti keras pembangunan perumahan tersebut yang dinilai tidak peduli terhadap dampak lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Seolah-olah tidak peduli dengan nasib belasan rumah yang kini terendam banjir,” ujar Mada penuh amarah.
Suara amarah wrga sampai ke telinga Bupati
Isu panas ini kini menjadi pembicaraan paling hangat di seluruh Bumi Berazam.
Keluhan dan protes keras masyarakat yang merasa dirugikan oleh proyek pembangunan ini bahkan sudah mencapai telinga orang nomor satu di Karimun, Bupati Iskandarsyah.
Menanggapi tudingan serius dan kemarahan warga ini, Bupati Iskandarsyah mengakui bahwa memang beberapa wilayah terdampak banjir rob yang cukup besar tahun ini.
“Nanti akan kita coba evaluasi kembali hal tersebut,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Namun, ia memastikan bahwa langkah cepat sudah diambil untuk menanggapi protes keras dari masyarakat ini.
“Tim dari dinas terkait juga sudah saya perintahkan untuk mengecek lokasi perumahan, di mana masyarakat sekitar yang terdampak banjir rob,” tutupnya, memberikan sedikit harapan bagi warga yang kini cemas menanti pertanggungjawaban.
Apakah Pemerintah Kabupaten Karimun akan menindak tegas jika terbukti proyek perumahan ini melanggar aturan dan benar-benar merugikan warga? Akankah pengembang bertanggung jawab atas penderitaan warga Meral Kota Kabupaten Karimun.(Izar)

Komentar Batalkan balasan