PANGKALPINANG, KARIMUNESIA.co.id – PT Timah (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam mengembangkan bisnis, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah operasionalnya.
Melalui berbagai program pemberdayaan, perusahaan pelat merah ini aktif mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian nelayan.
Upaya tersebut diwujudkan lewat bantuan alat tangkap, fasilitasi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas melaut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, menjelaskan bahwa, program tersebut dirancang tidak sekadar meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi nelayan saat bekerja.
“Selain itu, dukungan infrastruktur seperti tambatan perahu, pengerukan alur muara, hingga sarana pendukung lainnya turut membantu kelancaran aktivitas nelayan di lapangan,” terang Anggi, Senin, 6 April 2026.
“Sepanjang 2025, PT Timah telah menyalurkan bantuan kepada belasan kelompok nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau,” tambah Anggi.
Program tersebut kata Anggi, berlanjut di 2026 dengan penyaluran bantuan alat tangkap, salah satunya kepada Kelompok Nelayan Sungai Ulim di Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.
“Tak hanya itu, ribuan nelayan juga telah difasilitasi untuk mendapatkan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memberikan jaminan keselamatan kerja bagi nelayan yang menghadapi risiko tinggi di laut.
“Di sektor lingkungan, PT Timah turut menjalankan program pelestarian pesisir seperti penanaman mangrove, restocking kepiting bakau di Kundur, restocking cumi di perairan Bangka, hingga pengembangan fishing ground dan coral garden yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh nelayan,” beber Anggi.
Salah satunya penerima manfaat, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ratu Laut Teluk Dalam di Desa Kundur, memperoleh bantuan jaring udang.
Sekretaris KUB, Dedi, mengatakan bantuan ini sangat membantu meningkatkan hasil tangkapan.
“Jaring baru tentu hasilnya lebih maksimal. Selama ini banyak jaring yang sudah rusak, sementara penghasilan nelayan belum cukup untuk membeli yang baru,” ujar Dedi.
Hal senada disampaikan Harman, Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, Kabupaten Bangka Barat. Kelompoknya menerima bantuan mesin tempel, kawat bubu dan tali.
“Mesin tempel sangat membantu karena sebelumnya nelayan hanya bisa melaut di sekitar pesisir. Sekarang jangkauan jadi lebih luas,” jelas Harman.
Ia juga menilai bahwa aktivitas pertambangan dan nelayan dapat berjalan berdampingan jika dikelola dengan baik. “Ini bisa menjadi dua sumber ekonomi masyarakat yang saling mendukung,” tambahnya.
“Selain bantuan alat dan program sosial, PT Timah juga berkontribusi dalam perbaikan akses jalan menuju kawasan nelayan di Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka,” ucap Harman.
Jalan yang sebelumnya rusak kini kaya Harman, lebih layak dilalui, sehingga memudahkan nelayan mengangkut hasil tangkapan.
Tokoh masyarakat setempat, Siswantoro, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, akses jalan yang baik sangat vital bagi aktivitas nelayan dan turut mendorong perputaran ekonomi warga.
“Dengan berbagai program ini, PT Timah mempunyai perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana

Komentar Batalkan balasan