KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Di sudut sunyi Desa Perayun, Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sinar harapan kini menyala terang.
Inilah babak baru bagi Usman (59), seorang pria sebatang kara dengan kondisi kesehatan menurun, yang selama ini hidup di bawah naungan gubuk reyot, warisan swadaya warga yang nyaris roboh.
Kisah kelam Usman, yang seolah mencerminkan kerapuhan hidupnya, kini berganti menjadi cerita inspiratif tentang kepedulian. Berkat komitmen tanggung jawab sosial dari PT Timah Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, rumah Usman telah bertransformasi menjadi hunian yang aman, nyaman dan layak huni.
Kisah renovasi ini bermula dari keprihatinan mendalam para tetangga yang tak tega melihat kondisi Usman. Masril, salah satu tetangga, menceritakan bahwa Usman sendiri merupakan warga pendatang tanpa memiliki apa-apa.
“Usman ini tinggal sebatang kara dan dulunya memang tidak punya tempat tinggal. Warga gotong royong bangunkan rumah, tapi rumahnya saat ini sudah rusak parah,” ujar Masril, Rabu, 26 November 2025.
Melihat kondisi rumah yang sudah hampir roboh, kata Masril, warga Desa Prayun lantas berinisiatif mengusulkan renovasi kepada PT Timah Tbk. Usulan ini disambut hangat, membuktikan sinergi kuat antara masyarakat bersama korporasi.
“Lebih dari sekedar bantuan material, PT Timah merenovasi rumah milik Usman, membuktikan sinergi kuat antara masyarakat Bersama korporasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Desa Perayun, Ulul Hidayat, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa peran PT Timah Tbk jauh melampaui sekadar penyediaan bahan bangunan.
“Perusahaan menyalurkan bantuan material, sementara semangat gotong-royong menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian perusahaan dengan tindakan nyata masyarakat,” terang Hidayat.
Kontribusi PT Timah Tbk di Desa Perayun kata Hidayat juga menyentuh aspek kesehatan dan pemberdayaan. Ia mengungkapkan bahwa klinik kesehatan PT Timah Tbk kerap memberikan bantuan pengobatan bagi Usman, yang terkadang terluka karena kondisi mentalnya.
“Selain itu, perusahaan juga mendukung program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan membatik dan bantuan sosial lainnya,” tutur Hidayat.
“Allhamdulillah rumah baru Usman kini berdiri tegak. Ia bukan lagi sekadar bangunan, melainkan simbol uluran tangan hangat, harapan yang kembali menyala dan hasil nyata dari kolaborasi apik,” tambah Hidayat.
Beberapa waktu lalu kata Hidayat, rumah Usman sudah selesai direnovasi dan sudah layak ditinggali. Warga bergotong-royong, PT Timah Tbk bantu bahan materialnya dan tentu ini sangat membantu warga.
“Kisah Usman menjadi pengingat yang mengharukan, dalam keterbatasan, semangat gotong-royong yang murni, dipadukan dengan kepedulian korporasi CSR PT Timah Tbk, mampu merajut kembali senja kehidupan,” katanya.
Hal ini menurut Hidayat, guna memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang harus menjalani hidup dalam kerapuhan sebatang kara. Komitmen PT Timah Tbk dan solidaritas warga Prayun telah menorehkan jiwa sosial yang tinggi.
“Bahwa harapan selalu dapat dibangun kembali, dari puing-puing kepiluan merajut kembali. Harapan di Kundur ini menjadi kisah inspiratif PT Timah Tbk membangun rumah impian usman,” tandasnya.(Aman)
