Tak Hanya Bergantung Beras, Masyarakat Karimun Didorong Olah Pertanian untuk Ketahanan Pangan

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:41 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui inovasi pertanian dan program diversifikasi pangan, di tengah tantangan besar untuk mencapai swasembada beras.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui inovasi pertanian dan program diversifikasi pangan, di tengah tantangan besar untuk mencapai swasembada beras.

Berdasarkan kajian Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kabupaten Karimun pada 2019, daerah ini masih membutuhkan sekitar 3.500 hektar tambahan lahan pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara mandiri.

Keterbatasan lahan dan sarana pendukung menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DPP Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menjelaskan bahwa, hingga saat ini Karimun belum tergolong sebagai daerah sentra produksi pangan, sehingga diperlukan strategi khusus serta dukungan teknologi pertanian yang berkelanjutan.

“Karimun masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk teknologi pengolahan lahan, agar dapat berkembang menjadi daerah penghasil pangan,” ujar Sukrianto, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, Ia menyebut, semangat para petani lokal terus menunjukkan perkembangan positif.

Di wilayah Sidomoro dan Poyopanjang, Kecamatan Moro, sejumlah petani mulai mengembangkan budidaya padi dengan hasil yang menjanjikan.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Bupati Iskandarsyah beberapa waktu lalu telah meninjau langsung lahan pertanian di Sidomoro.

“Petani di Sidomoro baru saja melakukan panen padi dari lahan seluas setengah hektar. Kualitas berasnya cukup baik dan ini menjadi indikator potensi pengembangan pertanian padi di Karimun,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi beras, DPP Karimun juga mengedepankan kampanye diversifikasi pangan sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai satu-satunya makanan pokok.

“Kebutuhan energi tidak harus selalu dipenuhi dari nasi. Pangan lokal seperti ubi, sagu, gandum dan olahan pangan lainnya juga bernilai gizi tinggi dan menyehatkan,” terang Sukrianto.

Namun, pengembangan lahan pertanian padi masih menghadapi kendala keterbatasan alat pengolahan tanah.

Salah satu petani, Sunarto, telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar, namun baru 0,5 hektar yang dapat digarap karena minimnya alat pertanian.

“Ketersediaan alat olah tanah menjadi kendala utama. Bupati telah menyampaikan komitmen untuk membantu pengadaan alat pertanian agar lahan petani dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tambah Sukrianto.

Menurutnya, diversifikasi pangan tidak hanya berfungsi sebagai solusi ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui pengembangan dan pengolahan pangan lokal.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, petani dan masyarakat, Kabupaten Karimun diharapkan mampu membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus menyiapkan fondasi menuju swasembada beras sebagai target jangka panjang,” tandasnya.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version