Gas Elpiji 3 Kg Diisukan Langka, Diskopdag Karimun Buka Fakta Sebenarnya

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:37 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Warga Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, sempat dibuat resah dengan kabar kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Antrean panjang di sejumlah pangkalan bahkan viral dan memicu kekhawatiran bakal terjadi krisis gas bersubsidi menjelang Ramadan.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Warga Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, sempat dibuat resah dengan kabar kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Antrean panjang di sejumlah pangkalan bahkan viral dan memicu kekhawatiran bakal terjadi krisis gas bersubsidi menjelang Ramadan.

Namun, Dinas Koperasi, Perdagangan, Usaha Mikro dan ESDM Kabupaten Karimun angkat bicara dan meluruskan kabar tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Kepala Bidang ESDM, Vandarones Purba, Diskopdag Karimun menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg seperti yang ramai diperbincangkan.

“Tidak ada kelangkaan. Antrean terjadi karena banyak tabung gas yang rusak, bukan karena stok kosong,” tegas Vandarones, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia membeberkan, saat ini sekitar 30 ribu tabung elpiji 3 kg dalam kondisi rusak dan tengah menjalani proses perbaikan.

“Kondisi inilah yang memengaruhi perputaran tabung di lapangan sehingga memicu antrean di sejumlah pangkalan,” katanya.

“Sekitar 30 ribu tabung rusak dan sedang diperbaiki. Untuk menutup kekurangan, kami meminjam tabung dari Pertamina. Distribusi ke luar Pulau Karimun juga membutuhkan waktu sekitar tiga hari, jadi ada sedikit keterlambatan,” tambah Vandarones.

Meski demikian, pihaknya memastikan stok gas elpiji 3 kg di Karimun dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk untuk menghadapi Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Untuk stok sampai Ramadan dan Idul Fitri, kami pastikan aman,” ujarnya.

Diskopdag juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah berlebihan. Pasalnya, jika banyak tabung disimpan di rumah, perputaran tabung kosong ke agen akan terhambat dan berdampak pada distribusi berikutnya.

“Kalau masyarakat menimbun, tabung kosong yang kembali ke agen akan berkurang. Akibatnya distribusi berikutnya ikut berkurang. Jadi cukup gunakan satu tabung sesuai kebutuhan,” pesannya.

Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum tentu benar.

“Dengan distribusi yang terus berjalan dan dukungan dari Pertamina, kebutuhan gas elpiji 3 kg di Karimun dipastikan tetap terpenuhi,” jelasnya.

Penulis: Izar
Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version