KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), PT Timah (Persero) Tbk melalui Division Area Kundur secara rutin melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah operasional perusahaan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Persero (Tbk), Anggi Siahaan, menjelaskan, kegiatan ini menyasar berbagai lokasi strategis, mulai dari kawasan perumahan karyawan, area perkantoran, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Balai Karya, sekolah, tempat ibadah hingga fasilitas umum lainnya yang berada di sekitar lingkungan perusahaan.
“Langkah preventif tersebut dinilai penting, terutama saat musim penghujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit DBD,” terang Anggi, Minggu (14/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melakukan fogging, PT Timah juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Melalui program kesehatan preventif ini, PT Timah menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Komplek PT Timah Kundur Barat, Amsir, mengapresiasi komitmen perusahaan yang secara konsisten melakukan fogging guna melindungi masyarakat dari ancaman penyakit demam berdarah.
“Kami berterima kasih kepada PT TIMAH yang rutin melakukan fogging di lingkungan komplek. Kegiatan ini memberikan rasa aman bagi warga, khususnya saat musim hujan, dan kami berharap tidak ada masyarakat yang terjangkit DBD,” ujar Amsir.
Hal senada disampaikan Jaswadi, warga Komplek PT Timah. Menurutnya, fogging menjadi salah satu langkah efektif dalam menekan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
“Kami merasa lebih tenang karena ada upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin. Di sisi lain, warga juga terus bergotong royong membersihkan lingkungan dan saluran air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.
Penulis: Izar
Editor: Lana

Komentar Batalkan balasan