Mengenal Jong, Miniatur Kapal Layar Melayu, Memikat Dunia di Festival Pameral 2026

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:07 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Festival Jong Nusantara yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Meral (Pameral) Kabupaten Karimun, tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat makna.(Foto: Izar)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Pernahkah Anda membayangkan sebuah kompetisi balap kapal yang mengandalkan penuh pada kekuatan angin dan presisi mekanika tradisional tanpa awak.

Itulah Jong, permainan tradisional khas masyarakat Melayu yang baru saja mengguncang Pantai Indah, Desa Pangke, Kabupaten Karimun, pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Melalui gelaran Festival Jong Nusantara yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Meral (Pameral) Kabupaten Karimun, tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edukasi Budaya, apa itu Jong

“Jong bukan sekadar mainan kayu. Secara teknis, Jong adalah perahu layar miniatur yang dirancang khusus untuk melaju kencang di atas permukaan air laut,” terang Ketua Pameral, Rusdi.

“Tanpa mesin, Jong bergerak murni mengandalkan hembusan angin pada layarnya,” tambah Rusdi.

Kehebatan seorang pemain Jong kata Rusdi terletak pada kemampuannya mengatur keseimbangan antara ganda (penyeimbang), layar dan kemudi agar perahu tetap stabil meski dihantam ombak.

“Jong mulai jarang ditemui di era digital. Festival ini hadir sebagai jawaban untuk melestarikan (Kultural). Mengenalkan filosofi bahari kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” katanya.

Tidak hanya itu saja, kata Rusdi Festival Jong ini juga sebagai magnet wisata, diikuti 400 peserta dari Kabupaten Karimun, Bintan, Kota Tanjungpinang, Malaysia dan Brunei Darussalam, Jong terbukti menjadi alat diplomasi budaya yang efektif.

“Permainan ini melambangkan ketangguhan masyarakat pesisir dalam membaca alam dan arah angin,” imbuhnya.

Kemeriahan festival ini bahkan memikat perhatian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.

Menariknya, jenderal bintang tiga ini tidak hanya menonton, tetapi juga turut serta dalam perlombaan.

Dengan gaya humorisnya, ia menggunakan Jong berlayar motif loreng.

“Kalau tidak menang, berarti Jong-nya lagi patroli,” candanya, yang disambut tawa hangat warga.

Kehadiran tokoh nasional ini menegaskan bahwa Jong memiliki nilai prestise yang layak dipromosikan lebih luas.

“Jong memiliki kultur dan karakter unik, dinilai prestise yang layak dipromosikan lebih luas,” ucap Kunto.

Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah menyebut, kegiatan ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga motor ekonomi bagi UMKM setempat, karena banyaknya wisatawan yang hadir.

“Festival Jong Nusantara bukan sekadar lomba adu cepat, melainkan perayaan kecerdasan nenek moyang dalam menaklukkan laut,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pameral, atas konsistensinya melestarikan budaya daerah.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, menjaga dan melestarikan budaya lokal,” tutur Bupati.

Di balik layar-layar kecil yang berkibar di Pantai Pangke, tersimpan harapan agar identitas Melayu tetap tegak berdiri di tengah arus modernisasi.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version