KARIMUNESIA.co.id, JAKARTA – PT Timah Persero Tbk (TINS), mulai membidik aset pertambangan timah di luar negeri sebagai langkah strategis untuk memperpanjang umur cadangan dan memperkuat posisinya di industri timah global.
Direktur Produksi dan Komersial PT Timah, Ilhamsyah Mahendra, mengungkapkan, cadangan timah domestik yang saat ini dikelola perusahaan diperkirakan hanya mampu menopang operasional selama 10 hingga 15 tahun ke depan.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan tambahan cadangan yang jauh lebih besar guna menjamin keberlanjutan usaha hingga lebih dari 100 tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita butuh usia tambang yang lebih panjang. Angka-angka saat ini hanya cukup untuk 10 hingga 15 tahun. Kita membutuhkan lebih banyak deposit untuk lebih dari seratus tahun ke depan,” ujar Mahendra, dalam Indonesia Critical Minerals Conference and Expo 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat ini kata Mahendra, PT Timah memiliki total sumber daya sekitar 800.000 ton dengan cadangan mencapai 300.000 ton.
“Untuk mempercepat penemuan cadangan baru, perusahaan mulai mengoptimalkan teknologi digital, termasuk penggunaan drone untuk pemetaan dan pemindaian wilayah potensial tambang,” katanya.
Selain memperkuat eksplorasi di dalam negeri, PT Timah juga membuka peluang kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan timah global guna mendukung ekspansi internasional.
“Kami mencari ekspansi global, tidak hanya memperluas kapasitas pemurnian, tetapi juga mencari aset pertambangan di luar Indonesia. Kami sangat terbuka untuk kemitraan dan kolaborasi dengan perusahaan timah global,” ungkapnya.
Langkah ekspansi tersebut dinilai semakin relevan di tengah tren harga timah dunia yang masih menarik.
“PT Timah melihat momentum saat ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan investasi dan memperluas penguasaan rantai industri timah global,” imbuhnya.
Selain itu, perusahaan juga mengandalkan teknologi pemurnian TSL Ausmelt yang mampu mengolah bijih timah berkadar rendah secara lebih efisien dengan konsumsi energi yang lebih rendah.
“Dengan strategi ekspansi dan penguatan teknologi tersebut, PT Timah berharap dapat menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri timah dunia,” tandasnya.
Sumber: CNBC INDONESIA
Penulis: Izar
Editor: Lana

Komentar Batalkan balasan