KARIMUNESIA.co.id, BANGKA BARAT – Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi sejarah penting Indonesia.
Dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional ke-6 tahun 2025, dua aset historis utama daerah tersebut, Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok dan Masjid Jamik Mentok, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional (CBN).
Penetapan bergengsi ini diumumkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik indonesia, pada Jum’at, 28 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bangka Barat, Markus, menyampaikan rasa bangga atas pengakuan ini. “Museum Timah Indonesia Mentok dan Masjid Jamik telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Kami bangga dengan capaian ini dan berharap penetapan tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Bangka Barat,” ujar Markus.
Awalnya, kata Markus Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengusulkan empat warisan budaya, diantaranya MTI Mentok, Masjid Jamik Mentok, Klenteng Khong Fuk Miau dan Rumah Mayor Mentok, untuk dikaji di tingkat nasional.
“Dengan lolosnya MTI Mentok, yang merupakan bekas kantor pusat penambangan timah di masa lalu dan Masjid Jamik, sebuah penanda peradaban Islam awal di daerah tersebut, status warisan Bangka Barat kini semakin diperhitungkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat, Fakhriansah, menjelaskan bahwa penetapan ini secara signifikan menambah daftar warisan budaya nasional di daerahnya.
“Dengan penetapan Museum Timah dan Masjid Jamik sebagai CBN, Bangka Barat kini memiliki empat Cagar Budaya Nasional,” jelas Fakhriansah.
Empat warisan tersebut kata Fakhriansah diantaranya Pesanggrahan Menumbing, Benteng Toboali Wers (BTW), Museum Timah Indonesia Mentok (Baru) dan Masjid Jamik Mentok (Baru).
Pihaknya menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga warisan yang telah diakui ini. Penetapan dua warisan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Bangka Barat.
“Kami berharap kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian Cagar Budaya ini. Kami juga berharap agar PT Timah Tbk dapat segera menyelesaikan rangkaian rehabilitasi bangunan museum,” harapnya, menyerukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan masyarakat untuk melestarikan jejak sejarah Bangsa.(Izar)

Komentar Batalkan balasan